Nyonya Tua Harus Lebih Galak

Udinese akhirnya bertemu Juventus di babak 16 besar Coppa Italia, dini hari nanti.

RADARPENA.ID – Udinese akhirnya bertemu lawan tangguh di babak 16 besar Coppa Italia, dini hari nanti (TVRI Pukul 02.45 WIB). Tim asuhan Luca Gotti harus meladeni Juventus yang belum pernah kalah dari enam pertandingan terakhir.

Hingga laga teranyar kontra AS Roma, Juve berhasil meregangkan posisinya sebagai pemuncak klasemen Serie A terhadap Inter dengan selisih dua poin (46-48).

Tapi Udinese bukanlah lawan yang dipandang sebelah mata. Kekalahan 3-1 atas Juventus pada giornata ke-16 cukup menjadi pemecut Rodrigo de Paul dan kolega kembali ke trek kemenangan.

I Friulani-julukan Udinese selalu menang dalam tiga laga terakhirnya. Hasil manis itu mereka terima usai menekuk Cagliari 2-1, Lecce 1-0, dan terakhir mereka membungkam Sassuolo 3-0.
Kini mereka terancam lagi karena Juventus akan bermain di depan pendukungnya sendiri.

Allenatore Udinese Luca Gotti mengatakan, anak asuhnya mulai mendapatkan jalan menuju kembali ke trek kemenangan.
“Tiga laga kemarin memang sulit tapi nyatanya kami tambah solid. Penguasaan bola menjadi cara kami mengeluarkan segalanya,” kata Gotti dalam konferensi persnya.

Meski datang dengan spirit tinggi, Udinese wajib sadar bahwa Juventus adalah klub yang tak pernah mereka harapkan. Dari lima laga terakhir, mereka selalu kalah.

Sosok Cristiano Ronaldo menjadi momok lini pertahanan Udinses. Hanya dalam dua pertandingan di awal tahun 2020, bintang Juventus itu sudah mengemas empat gol dan satu assist. Dalam pertemuan terakhir melawan Udinese, Ronaldo mencetak dua golnya.

Ya, Udinese menjadi ujian pertama Juventus di Coppa Italia musim ini. Skuat Maurizio Sarri tentu tak mau mengulang kembali laga pahit tahun lalu.
Juventus terhenti di perempat final usainditumbangkan Atalanta 0-3, musim lalu. Musim ini, bersama Maurizio Sarri, Juventus akan mencoba melangkah lebih jauh, dan takkan ragu membidik gelar juara usai Piala Super Coppa gagal diraih musim ini.

Dalam laga melawan Udinese, Sarri meminta para pemainnya lebih galak menguasai lapangan. Duel melawan AS Roma menjadi ukurannya. Pada saat itu, Bianconerri hanya mendulang 56 persen penguasaan bola.

Kendati menang 2-1, Paulo Dybala cs harus bertahan lebih dari 60 menit hingga akhir laha.
Juve sudah unggul dua gol dalam 10 menit pertama lewat sumbangan Merih Demiral dan sepakan penalti Cristiano Ronaldo. Roma baru mampu memperkecil skor pada menit ke-68 melalui gol Diego Perotti, juga dari titik putih.

“Pelajaran yang kami dapat adalah kamj banyak bermain aman. Bola-boal lebih banyak berada area pertahanan kami ketika kami harus mencetak gol ketiga dan mematikan pertandingan,” paparnya.

“Kami senang bisa pulang dengan tiga poin, tapi kami harus banyak melawan dalam laga nanti (melawan Udinese),” tandasnya. (fin/tgr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here