Semangat X-Fuera Patut Diacungi Jempol

Jorge Lorenzo. (crash)

RADARPENA.ID – Semangat Pembalap Repsol Honda Jorge Lorenzo patut diacungi jempol. Meski dibekap cedera punggung, X-Fuera tetap menjalani sesi latihan, Jumat (23/8) lalu. Hasilnya pun bisa diketahui, pembalap Spanyol itu mendapat finis terakhir dengan waktu gabungan latihan FP1 dan FP2. Ia tertinggal hingga 3,682 detik dari pembalap tercepat, Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT).

Sebagaimana diketahui, Lorenzo sempat absen di GP Belanda, GP Jerman dan Austria karena mengalami kecelakaan yang membuatnya mengalami patah tulang belakang. Dengan jeda paruh musim yang cukup lama, banyak pihak memprediksi bahwa Lorenzo sudah akan pulih dan bisa kembali membalap setidaknya di GP Ceko yang akan datang. Namun sayang, harapan tersebut masih belum menjadi kenyataan.

Latihan di Silverstone adalah hal yang paling sulit bagi saya. Saya tidak merasa nyaman dan membuatnya terlempar ke posisi terakhir. Ini adalah situasi yang kita hadapi saat ini, kata Lorenzo kepada Crash, Sabtu (24/8).

Baca Juga : Tekad Andrea Dovizioso di MotoGP Inggris

Selain cedera yang membekap, Lorenzo hingga kini masih kesulitan mengendalikan kuda besinya, RC213V. Hingga race Austria, peringkat Lorenzo tak pernah menembus sepuluh besar untuk Repsol Honda.

Ia juga absen sejak race di Assen karena patah tulang belakangnya. Kendati demikian, ia berharap race Silverstone bisa mendongkrak peringkatnya.

Punggung saya belum sepenuhnya pulih, dan saya sakit terutama setelah FP2. Otot saya seperti mati rasa. Tetapi saya harus melaju dengan kencang, saya tak mau ada di belakang,” ujarnya.

Kendati demikian, Lorenzo merasa sanksi bisa menyelesaikan balapan nanti yang akan berlangsung sepanjang 20 lap.

Saya tak mau menduga-duga, apalagi berharap saya bisa naik podium. Saya hanya butuh waktu untuk tetap mengaspal dengan baik,” ujarnya.

Dengan cedera punggung, gerakan Lorenzo sangat terbatas di atas motornya. Ia terlihat sangat berhati-hati melewati tikungan, bak seorang rookie yang masih beradaptasi dengan MotoGP. “Saat mengerem, leher saya sakit. Saya tidak bisa leluasa mencari celah untuk merubah arah motor,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here