Ketua dan Komisioner KPU Dicecar soal PAW

Ketua KPU Arief Budiman. Foto: jawapos

RADARPENA.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman dan Komisioner KPU Viryan Azis. Keduanya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap penetapan Penggantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR 2019-2024 yang menyeret mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan serta eks Caleg PDIP Harun Masiku dan dua orang lainnya.

Viryan menjadi yang pertama merampungkan pemeriksaan. Ia keluar dari Kantor KPK sekitar pukul 13.00 WIB. Kepada awak media, ia mengaku dicecar penyidik ihwal mekanisme penetapan PAW pengganti Caleg PDIP Dapil Sumsel I terpilih Nazarudin Kiemas yang menjadi bancakan.

“(Ditanya) seputar PAW ya, penggantian calon terpilih dari Riezky Aprilia dengan Harun Masiku. Yang saya sampaikan apa yang sudah kita (Komisioner KPU) kerjakan. Tidak ada yang luar biasa, biasa saja,” ujar Viryan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (28/1).

Dalam rapat pleno, diketahui seluruh Komisioner KPU sepakat menetapkan Caleg PDIP Riezky Aprilia sebagai pengganti Nazarudin yang meninggal dunia pada Maret 2019 lalu. Riezky merupakan caleg dapil yang sama sekaligus pendulang suara terbanyak kedua setelah Nazarudin.

Viryan memastikan, penetapan itu telah bulat. Tak bisa diganggu gugat. Menurutnya, seluruh komisioner termasuk Wahyu Setiawan saat itu berpendapat Harun Masiku, yang didukung PDIP untuk menggantikan Riezky Aprilia, tidak bisa ditetapkan menjadi PAW.

Baca Juga : Pemeriksa Firli dan Kasus PAW Dipulangkan ke KPK

“Kita sama-sama berpendapat tidak ada hal yang berbeda. Jadi semua anggota KPU RI berpendapat sama bahwa penggantian calon terpilih atau PAW tidak dapat dilaksanakan,” papar Viryan.

Viryan memaparkan, sesuai aturan yang ada, proses PAW sejatinya dilakukan melalui DPR atau pun DPRD. Bukan melalui partai lalu ke KPU. Ia menyampaikan, regulasi tersebut telah diatur sejak dulu dan tak pernah berubah hingga sekarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here