Bawaslu Butuh Kritikan

Foto: Istimewa

RADARPENA.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) meminta pengawas di daerah membumikan pengawasan pemilu melalui seni budaya.

Untuk mencegah terjadinya pelanggaran pemilu, pengawasan pemilu tidak hanya dilakukan dengan cara formal. Melainkan dengan menyasar seni budaya yang hidup dalam masyarakat.

Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin mengatakan, hal ini membuat nilai-nilai pengawasan akan lebih mudah diserap oleh masyarakat.

“Itu sekaligus membuktikan pengawasan pemilu tidak hanya muncul ketika ada pemilu atau pilkada saja. Tetapi bisa kapan saja dan dalam bentuk apa saja. Selain itu pemilu yang baik itu harus bisa memfasilitasi seluruh kebudayaan lokal dan kebiasaan masyarakat Indonesia,” ujar Afif di Jakarta, Jumat (27/12).

Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu ini berharap, pengawasan lewat seni dan budaya dapat diikuti oleh banyak daerah lain di Indonesia.

Baca Juga : Hindari Pemeriksaan, Truk Lewat Tol

“Saya berharap akan banyak desa muncul untuk menyadari pentingnya pengawasan Pemilu,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Rahmat Bagja menginginkan Bawaslu daerah tetap melibatkan akademisi dalam pengawasan pemilu. Salah satunya, dapat berbentuk kritik karya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here