Putusan MK Sudah Final, Kasasi Bukan Ranah MA

Mahkamah Agung. Foto: Istimewa

RADARPENA.ID – Upaya Prabowo Subianto – Sandiaga Uno menempuh jalur hukum diapresiasi sejumlah pihak. Hanya saja, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum dinilai final dan mengikat. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meyakini kasasi kedua yang diajukan ke Mahkamah Agung (MA) akan sia-sia.

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan permohonan kasasi bukan ranah MA. Ia berpendapat terkait dengan dugaan pelanggaran pemilu secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) itu ranah Bawaslu sesuai Undang-undang bukan oleh MA.

Gugatan Prabowo-Sandiaga awalnya ditolak MA pada 26 Juni lalu. Alasannya, yang mengajukan gugatan bukan Prabowo Subianto, melainkan Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso. Sehingga dianggap tidak memiliki legal standing.

Kuasa hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nicholay Aprilindo membantah pernyataan yang menyebut gugatan kasasi paslon 02 terkait sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Agung (MA) tanpa sepengatahuan Prabowo-Sandi. Nicholay menyebut permohonan itu diajukan atas surat kuasa langsung dari paslon.

Nicholay menyebut permohonan di MA itu telah diterima dan teregister pada Kepaniteraan Mahkamah Agung RI pada awal juli lalu, dalam Permohonan No.2 P/PAP/2019.

Baca Juga : Kubu Prabowo Ditantang Publikasikan Semua Syarat Rekonsiliasi

“Permohonan tersebut berdasarkan Surat Kuasa langsung dari prinsipal yang ditanda tangani oleh Capres-cawapres 02 Prabowo-Sandi dengan memberikan Kuasa khusus pada Kuasa Hukumnya,” papar Nicholay.

Bawaslu juga sudah menyerahkan salinan jawaban permohonan kasasi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Kubu 02 menggugat dugaan pelanggaran pemilu secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here