Oposisi Jangan Salah Langkah

Berbeda dengan Ujang, Peneliti Senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Rully Akbar, menyebut partai oposisi cenderung merugi jika bergabung dengan pemerintah. Partai oposisi terancam kehilangan suara di pemilu berikutnya.

“Dalam kontestasi presiden, mereka yang jauh dari koalisi pemerintahan cenderung sumber suaranya berkurang karena tidak terekspos,” kata Rully.

Dia menyebut Pemilu 2019 menyebabkan perpecahan elit politik. Namun ketika ada kepentingan bersama, masalah itu teratasi dengan cara membagi jatah politik.

Dia meyakini Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Ma’ruf Amin bakal merangkul tim oposisi. Ia menilai keputusan ada di tangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. “Tinggal bagaimana tim Prabowo dan Sandiaga meyakinkan diri dan massanya untuk masuk ke pemerintahan. Bukan menjadi oposisi yang tidak punya andil apa-apa,” terang Rully.

Terpisah, Dewan Penasihat DPP Partai Gerindra Raden Muhammad Syafii alias Romo meyakini partainya tak akan merapat ke koalisi pemenang pilpres 2019. Syafii mengatakan peran oposisi diperlukan mendukung demokrasi yang sehat.

Ia menilai demokrasi justru tak akan berjalan jika semua partai politik masuk ke pemerintah. Partai Gerindra, lanjutnya, sejak awal sudah memposisikan diri sebagai oposisi.

Menurutnya, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto adalah sosok yang sangat demokratis. Dia meyakini Prabowo juga menghendaki terciptanya demokrasi yang sehat. (khf/rh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here