Media Asing Soroti Kemenangan Jokowi

Capres dan Cawapres nomor urut 01 Jokowi dan Ma'ruf Amin membaur bersama warga Kampung Deret, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, kemarin (21/5). Ia pun sempat menyampaikan pidato politiknya terkait hasil rekapitulasi dan keputusan KPU. Petahana ini, lebih memilih untuk tidak merayakan kemenangan secara berlebihan dan kembali menyuarakan persatuan berbangsa dan bernegara. FOTO: AFP
Presiden dan Wakil Presiden Terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Foto: AFP

RADARPENA.ID – Pasca pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait hasil rekapitulasi suara nasional, pada Senin (20/5), sejumlah media internasional menyoroti kemenangan presiden petahana, Joko Widodo, dalam pemilihan umum 2019.

Dalam artikelnya, salah satu media Amerika Serikat, The New York Times, melaporkan kemenangan Jokowi menunjukkan “penolakan terhadap politik nasionalis dan berlandaskan kepercayaan” yang selama ini mendominasi pemilu di sejumlah negara.

Sementara itu, harian The Wall Street Journal melaporkan, Jokowi menang dengan selisih besar dari Prabowo.

Seperti diketahui, KPU memang menyatakan, bahwa Jokowi bersama pasangannya, Ma’ruf Amin, memperoleh 85.036.828 suara atau 55,41 persen dari total 153.479.321 suara sah nasional.

Sementara itu, pasangan rivalnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, hanya meraup 68.442.493 suara atau 44,59 persen dukungan.

Tak hanya hasil pemilu, harian itu juga menyoroti situasi keamanan yang memanas setelah KPU mengumumkan pemenang.

Sejumlah media arus utama asing seperti The Sydney Morning Herald, BBC, Time, The Guardian, dan Bloomberg juga menuliskan hal serupa.

Untuk itu, Kepolisian RI memang mendeklarasikan siaga satu di Jakarta hingga 25 Mei mendatang sebagai antisipasi kerusuhan pasca-penetapan hasil rekapitulasi suara. Aparat juga telah menutup jalan dan area sekitar KPU untuk mengantisipasi risiko kerusuhan.

Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Australia, Singapura, Malaysia, dan Inggris juga telah mengeluarkan imbauan kepada warganya, yang berada di Indonesia untuk waspada terkait potensi unjuk rasa setelah pengumuman pemilu keluar, terutama pada Rabu (22/5). (der)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here