Pembawa Bendera Lutfi, Bebas

Lutfi Alfiandi (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

RADARPENA.ID – Dede Luthfi Alfiandi (20) terdakwa kasus dugaan melawan polisi saat kericuhan 30 September 2019 divonis empat bulan penjara. Meski demikian dia akan bebas. Sebab masa hukuman tersebut telah dijalaninya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Andri Saputra, mengatakan jika mengacu pada putusan itu, maka hari ini, Kamis (30/1), Lutfhi bisa langsung menghirup udara bebas. Sebab Luthfi sudah menjalani masa tahanan sesuai dengan vonis hakim sejak dia dijebloskan ke bui tanggal 1 Oktober 2019 lalu.

“Setelah eksekusi, mungkin abis Magrib bisa keluar di Rutan Salemba,” kata Andri usai sidang, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (30/1).

Sementara itu, Sutra Dewi, kuasa hukum Lutfi langsung mengurus administrasi di Rutan Salemba agar kliennya segera bebas.

“Iya keluar hari ini, Insya Allah sebelum jam 12 malam dia sudah harus keluar, tinggal menunggu berkas dan administrasi,” ucap Sutra.

Sedangkan Nurhayati, ibunda Luthfi mengaku senang atas putusan hakim. Sebab meski divonis empat bulan penjara, Lutfi tetap akan bebas.

Setelah keluar penjara, Nurhayati mengaku akan melanjutkan jenjang pendidikan Lutfi ke ke perguruan tinggi.

“Keinginan kita dia kuliah, karena belum ada yang tawari pekerjaan,” katanya yang juga hadir dalam persidangan.

Terkait upaya banding yang bisa dipertimbangkan selama tujuh hari, dia menyerahkan sepenuhnya kepada para pengacara.

“Saya sebagai orangtua, yang penting anak saya pulang ke rumah dan berkumpul dengan keluarga,” katanya.

Salah seorang kuasa hukum, Andri Basyir menyatakan tidak akan melakukan upaya banding atas pertimbangan keluarga, dikarenakan ibunda Luthfi sudah menginginkan anaknya pulang.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis empat bulan penjara terhadap Dede Luthfi Alfiandi (20) terdakwa kasus dugaan melawan polisi saat terjadi kericuhan tanggal 30 September 2019.

“Mengadili dan menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan bersalah. Menjatuhkan pidana dengan pidana selama empat bulan kurungan,” kata Hakim Ketua Bintang Al di Pengadilan Jakarta Pusat.

Hakim menganggap, Luthfi melanggar Pasal 218 KUHP. Luthfi seorang yang bukan berstatus pelajar menggunakan seragam sekolah yang dikenakan Lutfi bertujuan mengelabui polisi dan peserta demo lainnya.

Hakim mengatakan, Lutfi ikut demo diajak salah satu temannya bernama Nandang. Setelah itu, aksi tersebut berlangsung hingga pukul 18.00 WIB yang membuat polisi mengimbau massa membubarkan diri. Namun pada pukul 19.30 WIB, Lutfi bersama 2 rekannya bernama Nandang dan Bengbeng kembali ke arah belakang gedung MPR/DPR.

Vonis hakim sama dengan tuntutan JPU Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Andri Saputra menuntut Luthfi dengan empat bulan penjara.

“Menuntut untuk menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara empat bulan, dengan ketentuan selama berada di dalam tahanan akan dikurangi seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan,” kata Andri di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (29/1).

Luthfi dinilai melanggar Pasal 218 KUHP yang mengatur mengenai barang siapa yang dengan sengaja tidak pergi setelah diperintah tiga kali, saat ada kerumunan. Keikutsertaan itu diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu.(gw/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here