Pimpinan KPK-Menkumham Dianggap Sebar Hoaks

Hingga saat itu, kata dia, imigrasi memberikan informasi kepada KPK bahwa Harun tengah berada di Singapura.

“Saya pikir terlalu jauh ya analisanya, terlalu jauh begitu. Karena kami sudah jelas. Sekali lagi kami tegaskan informasi kan ada salurannya secara resmi melalui imigrasi yang itu karena kewenangan mereka,” kata Ali Fikri.

Ali Fikri membeberkan, data keimigrasian sejatinya bukan satu-satunya informasi soal keberadaan Harun yang dikantongi oleh KPK. Maka dari itu, kata dia, KPK telah melayangkan surat permohonan pencegahan ke luar negeri atas nama Harun Masiku ke Ditjen Imigrasi Kemenkumham pada 13 Januari 2020 lalu.

“Itu salah satu informasi gitu ya, yang kemudian kami juga tidak hanya berpatokan pada itu. Karena faktanya tanggal 13 Januari kami juga mengeluarkan surat cegah. Artinya informasi tidak hanya dari situ,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango meyakini, sikap kooperatif Harun Masiku sebagai tersangka hanya tinggal menunggu waktu. Ia mengungkapkan, sebelumnya telah ada beberapa tersangka korupsi yang buron namun pada akhirnya ditangkap atau bahkan menyerahkan diri ke KPK.

“Saya pikir soal pelarian si Harun ini hanya soal waktu. Kalau enggak datang sendiri, insya Allah pasti ketangkap,” ucap Nawawi.

Keberadaan Harun Masiku di Singapura disebut menjadi alasan KPK tak mengamankannya saat operasi tangkap tangan (OTT) pada 8 Januari 2020. Meski demikian, KPK tetap menetapkan Harun Masiku sebagai tersangka kasus dugaan suap penetapan Pergantian Antar-Waktu (PAW) anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024.

KPK menduga Harun telah menyuap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini. Diduga, total suapnya mencapai Rp900 juta.

Suap itu diduga diberikan agar Harun dapat menjadi PAW Caleg DPR terpilih dari PDIP Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019. Selain keduanya, Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina serta pihak swasta Saeful juga telah ditetapkan sebagai tersangka. (riz/gw/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here