Aset Kasus Jiwasraya Disembunyikan di Luar Negeri

Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin. Foto: Iwan Tri Wahyudi

RADARPENA.ID – Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung menyita 1.400 sertifikat bidang tanah milik para tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Dokumen kepemilikan tersebut diamankan penyidik untuk menyelamatkan aset terkait perkara yang merugikan negara sebesar Rp 13,7 Triliun itu. Selain itu, ada aset yang diduga disembunyikan di luar negeri.

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan proses pengembangan kasus Jiwasraya masih terus dikembangkan oleh tim penyidik. “Kita punya semangat yang sama untuk membongkar perkara ini,” tegas Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (22/1).

Menurutnya, tim penyidik masih melakukan penelusuran aset-aset milik tersangka yang diduga berkaitan dengan kasus itu. Penyitaan dan penggeledahan beberapa hari lalu, kata Burhanuddin, merupakan tindakan awal dan akan terus dilakukan. “Yang pasti ini baru dimulai. KIta akan kejar kemana saja aset itu. Kejaksaan bekerjasama dengan BPN, PPATK, dan OJK,” imbuhnya.

Disinggung soal berapa hasil dari penyitaan aset milik tersangka jika dikalkulasikan dalam bentuk rupiah, Burhanuddin mengaku belum tahu. Alasannya, penyidik masih menghitung semuanya. “Belum semua dihitung. Ada banyak sekali. Ada 1.400 sertifikat tanah,” terangnya.

Baca Juga : Status DKI Jakarta Diubah

Sementara itu, Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampisus), Febrie Adriansyah menegaskan proses penyidikan terus mengungkap banyaknya transaksi-transaksi beli saham di Jiwasraya.

“Rencananya akan digabungkan dengan dakwaan masalah investasi saham. Kita sidik terus dan ini banyak transaksinya. Sehingga butuh waktu terutama pekerjaan dari kawan-kawan auditor,” ucap Febrie.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here