Kasus Wahyu Setiawan, PDIP Salahkan MA

Komisioner KPU Wahyu Setiawan menjadi tersangka suap PAW caleg anggota DPR setelah diciduk dari OTT KPK. (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)

RADARPENA.ID – PDI Perjuangan seakan tengah mencari kambing hitam dalam kasus suap yang membelit Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) nonaktif Wahyu Setiawan. Putusan Mahkamah Agung (MA) ditengarai sebagai penyebabnya.

Adian Napitupulu menyebut dugaan suap antara mantan caleg PDI Perjuangan Harun Masiku dan Wahyu Setiawan tak bakal terjadi tanpa adanya putusan MA. Tindak pidana tersebut sebelumnya diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan menetapkan Harun dan Wahyu, serta mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan pihak swasta Saeful sebagai tersangka.

Putusan yang memberikan diskresi terhadap pimpinan partai politik (parpol) untuk menunjuk kader terbaik sebagai Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR itu, disebut politisi PDI Perjuangan itu, sebagai akar dari kasus korupsi ini. Menurut Adian, MA mesti menjelaskan terkait hal tersebut.

“Ya, MA harus jelaskan. Karena menurut saya ini akarnya. Kalo tidak ada keputusan MA itu, tidak akan ada surat dari PDI Perjuangan yang kedua, ketiga, dan sebagainya,” kata Adian dalam diskusi bertajuk ‘Ada Apa di Balik Kasus Wahyu?’ di kawasan Tebet, Jakarta, Minggu (19/1).

Adian mengatakan, putusan itu menumbuhkan harapan dalam diri Harun Masiku untuk menjadi Anggota DPR menggantikan caleg terpilih PDI Perjuangan Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019 lalu. Sehingga, dugaan praktik suap pun terjadi.

Baca Juga : Amien Rais Dinilai Bernafsu Bangun Dinasti Politik di PAN

Adian menyebutkan, jika tidak ada putusan MA, maka peristiwa selanjutnya seperti bersuratnya PDIP ke KPU hingga dugaan praktik suap urung terjadi.

“Konstruksi kasusnya, konstruksi persoalannya harus jelas. Lain halnya kalo misal tidak ada keputusan MA lalu tiba-tiba partai buat surat. Tidak ada keputusan MA lalu Harun Masiku tiba-tiba berbuat (suap). Dasarnya keputusan MA,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here