KPK Belum Terima Salinan Putusan Sofyan Basir

Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Rizki Diansyah/FIN

RADARPENA.ID – Paskavonis bebas mantan Direktur Utama PLN Sofyan Basir oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menerima salinan putusan lengkapnya. Salinan tersebut nantinya akan digunakan KPK untuk melakukan langkah hukum selanjutnya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pihaknya hingga kini belum menerima salinan putusan lengkap dari Pengadilan Tipikor atas kasus Direktur Utama PT PLN 2016-2018 Sofyan Basir.

“Terkait dengan apa yang dilakukan oleh KPK untuk persiapan melakukan upaya hukum terhadap putusan bebas dengan terdakwa Sofyan Basir, jadi sampai saat ini kami belum menerima salinan putusan lengkap secara resmi dari pengadilan,” ucapnya di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (5/11).

Baca Juga : Sofyan Basir Bebas, KPK Tunggu Laporan Jaksa

Dengan belum diterimanya salinan putusan lengkap itu, Febri menyatakan bahwa KPK tidak akan berpangku tangan untuk menyiapkan upaya hukum berikutnya pascaputusan bebas Sofyan tersebut.

Diketahui, KPK sebelumnya mempertimbangkan mengajukan kasasi.

“Namun, tentu kami juga tidak boleh berpangku tangan sehingga kami juga mencermati catatan-catatan yang kami lakukan dan kami simpan saat pembacaan putusan secara lisan oleh majelis hakim,” kata Febri.

Selain itu, KPK juga sudah mulai mengidentifikasi karena terdapat beberapa poin yang cukup krusial yang belum dipertimbangkan oleh majelis hakim terhadap putusan terhadap Sofyan dalam perkara suap proyek PLTU Riau-1.

Misalnya, yang cukup krusial terkait dengan pertanyaan apakah terdakwa Sofyan Basir mengetahui atau tidak mengetahui adanya praktik suap yang diterima oleh Eni M. Saragih (mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar) sekitar totalnya Rp4,7 miliar bersama dengan pihak lain dari Johannes Kotjo (pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd.).

KPK juga memandang ada bukti-bukti lain yang belum dipertimbangkan oleh majelis hakim terkait dengan keterlibatan Sofyan. Karena sebenarnya pada persidangan sebelumnya dengan terdakwa Eni M. Saragih, Sofyan Basir pernah menyampaikan keterangan sebagai saksi. Dia mengaku pernah diinformasikan atau mengetahui terkait dengan adanya kepentingan Eni yang diutus partainya mencari pendanaan kegiatan partai politik. Hal ini belum dipertimbangkan sehingga nanti akan diuraikan lebih lanjut.

Sofyan divonis bebas dari semua dakwaan jaksa penuntut umum KPK dalam perkara dugaan pembantuan kesepakatan proyek PLTU Riau-1 pada Senin (4/11).

Sofyan dinilai tidak terbukti melakukan perbuatan sebagaimana dakwaan pertama maupun kedua dari Pasal 12 Huruf a dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU No. 20/2001 juncto Pasal 56 Ayat (2) KUHP.(gw/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here