Dua Orang Jadi Tersangka Korupsi Nomalisasi Sungai Malawi

Kapus Penkum Kejagung, Mukri. Foto: DOK

RADARPENA.ID – Penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri Sorong, Papua Barat menetapkan dua orang tersangka kasus dugaan korupsi proyek normalisasi Sungai Malawi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Provinsi Papua Barat tahun anggaran 2017. Dua tersangka berasal dari PNS dan swasta.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Dr Mukri mengatakan penetapan tersangka setelah tim penyidik menemukan bukti kuat dugaan keterlibatan para tersangka.

“Kedua tersangka itu adalah R alias RS, Direktur Utama PT PIM, dan tersangka IK, pegawai negeri sipil selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek kegiatan tersebut,” katanya di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (8/10).

Proyek kegiatan normalisasi sungai Malawili ini, kata Mukri, menggunakan anggaran sebesar Rp 5,2 miliar dengan kontraktor pemenang yaitu PT PIM dengan nilai kontrak yang dimenangkannya sebesar Rp 3,9 miliar. Proyek itu wajib diselesaikan oleh PT PIM selama 45 hari kerja semenjak tanggal 03 November 2017 sampai dengan tanggal 17 Desember 2017. PT PIM telah menerima pembayaran 100% atas persetujuan dari PPK.

Namun dalam perjalanan waktu diketemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai antara volume dan kualitas pekerjaannya, yakni terdapat kerusakan di beberapa titik pekerjaan, mutu beton tidak sesuai dengan yang direncanakan, dan terdapat kekurangan volume dalam pekerjaan pasangan batu.

“Sehingga diketemukkan indikasi kerugian keuangan negara sebesar Rp 1,3 miliar,” tegasnya.

Jaksa penyidik menjerat para tersangka dengan pasal 2 ayat (1), pasal 3 jo. pasal 18 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.(lan/gw/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here