Waspada! Kota Bandung Salah Satu Barometer Peredaran Narkoba di Indonesia

BANDUNG – Kendati kondisi kita sedang mengalami pandemi covid-19 ternyata peredaran narkoba tetap marak. Terbukti pememuan 700 kilogram sabu oleh Polri bahkan pengungkapan ratusan kilo oleh BNN yang dimasukan ke karung beras.
“Jumahnya tidak sebanyak ketika tidak ada pandemi. Namun, tetap saja ada peredaran narkoba di Indonesia,” ujar Deputi Pencegahan, Badan Narkoba Nasional RI, Irjen Anjan Pramuka Putra di balai kota, Jumat (22/1/2021).
Karenanya, Anjan mengingatkan, meskipun sekarang semua pihak tengah gencar melakukan pogram pencegahan dan penanggulangan covid-19, namun jangan lupakan bahaya narkoba.
“Kita tetap harus waspada, karena narkoba lebih berbahaya dibandingkan covid-19,” terangnya.
Kata Anjan, narkoba bisa menyerang siapa saja, tidak memandang umur dan status sosial. Sehingga sudah menjadi kewajiban semua pihak untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Salah satu yang diupayakan pemerintah adalah kelurahan bersih dari narkoba (Bersinar).
Anjan berharap dengan adanya kalurahan Bersinar seluruh masyarakat yang dilibatkan bahu membahu dalam upaya pencegahan peredaran narkoba ini.
Lanjutnya, pemerintah memang menitikberatkan kepada desa atau kelurahan terutama di pinggiran yang letaknya dengan laut dan perbatasan. Karena itu merupakan kawasan strategis untuk mulai mengedarkan narkoba.
“Beberapa waktu yang lalu ditemukan 1 ton narkoba di Banten dan mulai diedarkan di desa-desa pinggiran,” tuturnya.
Di sisi lain, Anjan mengatakan Kota Bandung menjadi barometer peredaran narkoba di Indonesia. Pasalnya, jika ada penggagalan peredaran narkoba di Jakarta, maka larinya ke Bandung.
“Sehingga kita mengantisipasi, agar peredaran narkoba di Kota Bandung  jangan sampai membahayakan,” terangnya.
Karenanya, Anjan berharap seluruh warga dan stakeholder di Kota Bandung harus bersinergi untuk lakukan pencegahan. Salah satunya dengan program kelurahan bersinar ini.
Sementara itu Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan harapannya agar di sebelum kelurahan bersinar ini ada RW dan RT bersinar, di bawahnya ada keluarga bersinar.
“Jadi berjenjang ke atas dan ke bawah, sehingga menjadikan kota bersinar yang pada gilirannya menjadi negara Bersiar,” tuturnya.
Ema mengatakan, memang hal itu bukan perjuangan yang mudah, namun tetap harus di upayakan. Di Kota Bandung sendiri ada perda Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Sehingga, diharapkan bisa mewujudkan Bandung Kota Agamis.(kai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here