Nihil Kecelakaan, Brantas Abipraya Terima Zero Accident Award

Manager QHSE Divisi Operasi 2 Slamet Haryono (tengah) bersama tim proyek Peningkatan Jaringan Daerah Irigasi (DI) Kalibawang sesaat setelah menerima penghargaan. (dok. Brantas Abipraya)
Manager QHSE Divisi Operasi 2 Slamet Haryono (tengah) bersama tim proyek Peningkatan Jaringan Daerah Irigasi (DI) Kalibawang sesaat setelah menerima penghargaan. (dok. Brantas Abipraya)

RADARPENA.IDPT Brantas Abipraya (Persero) dianugerahi penghargaan kecelakaan nihil (Zero Accident Award) oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (6/2) lalu. BUMN Konstruksi tersebut dinilai menekan angka kecelakaan kerja di Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi DI. Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo.

Melalui keterangan tertulisnya, Manager QHSE Divisi Operasi 2 Brantas Abipraya Slamet Haryono menyampaikan bahwa penghargaan tersebut adalah bukti komitmen Brantas Abipraya untuk selalu mengedepannya keselamatan kerja.

Ia pun menegaskan, Selama pengerjaan proyek Peningkatan Jaringan Irigasi DI. Kalibawang, tidak ada pekerja Abipraya yang mengalami kecelakaan saat bekerja. “Keselamatan dan kesehatan kerja telah membudaya di lingkungan Brantas Abipraya, khususnya di proyek-proyek yang sedang digarap,” ujarnya.

Baca juga: Serius Terapkan BIM, Brantas Abipraya Pacu Kinerja Konstruksi

Penghargaan bergengsi zero accident tingkat provinsi Yogyakarta itu diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah D.I. Yogyakarta Kadarmanta Baskara Aji. Pencapaian tersebut tak lepas dari keberhasilan Abipraya dalam pelaksanaan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek yang mulai dikerjakan Juli 2017 dan selesai pada akhir 2019 lalu, sehingga mencapai 1.425.441 jam kerja orang tanpa kecelakaan kerja.

Proyek Peningkatan Jaringan Daerah Irigasi (DI) Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. (dok. Brantas Abipraya)
Proyek Peningkatan Jaringan Daerah Irigasi (DI) Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. (dok. Brantas Abipraya)

Memperkuat keseriusannya dalam mengedepankan K3, Brantas Abipraya pun telah berhasil meraih penghargaan Zero Accident di beberapa proyek lainnya yang telah selesai dikerjakan di tahun yang sama, salah satunya adalah Jaringan Irigasi Baliase di Sulawesi Selatan. Penghargaan Zero Accident ini pun diserahkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Sementera itu, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Miftakhul Anas menuturkan bahwa sebagai salah satu kontraktor terdepan di Indonesia, adalah suatu keharusan bagi Abipraya untuk menyokong kesuksesan K3 di lingkungan sekitarnya. Selain di proyek-proyek karya Abipraya, hal ini terlihat juga dari kemantapan Abipraya dalam mempersenjatai Insannya dengan sertifikat K3.

Baca juga: Brantas Abipraya Jalin Sinergi dengan Mitra Kerja untuk Sukses Bersama

“Kami (Abipraya) sangat mendukung percepatan program sertifikasi tenaga kerja konstruksi untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur yang sangat gencar saat ini. Sebelumnya kami sudah melakukan uji sertifikasi di tahun 2017 untuk para pekerja konstruksi kami dengan menggandeng Kementerian PUPR,” tutur Anas.

Proyek Peningkatan Jaringan Daerah Irigasi (DI) Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. (dok. Brantas Abipraya)
Proyek Peningkatan Jaringan Daerah Irigasi (DI) Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. (dok. Brantas Abipraya)

Dijelaskannya, total dari 2014 silam, Brantas Abipraya telah berhasil melakukan sertifikasi bagi 3.600 pekerja. “Dan kami akan terus berkomitmen menyokong Kementerian PUPR untuk melakukan percepatan program sertifikasi ini,” imbuh Anas.

Tak hanya itu, dengan menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat(PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya, Abipraya juga turut memberikan bimbingan teknis (Bimtek) K3 kepada calon pekerja konstruksi.

Baca juga: Peringati Bulan K3 Nasional, Brantas Abipraya Targetkan Zero Accident

Anas menambahkan, pada 2019 lalu, sebanyak 500 mahasiswa calon pekerja konstruksi di Solo Raya mendapatkan Bimtek K3 Konstruksi di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS), dengan diikuti pelajar dari beberapa universitas yang tersebar di Solo raya.

“Sedangkan di tahun 2018, Abipraya berhasil menggelar Bimtek K3 ini di Politeknik Negeri Malang (Polinema) dengan diikuti 1.000 peserta yang berasal dari beberapa universitas di Malang raya,” pungkas Anas. (rls/alf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here