Kampanye “Setuju” Sasar Kendaraan ODOL

Kick off kampanye
Kick off kampanye "Setuju" tahap kedua yang digelar Hutama Karya dan BPJT, Dirjen Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR, Korlantas, serta Asosiasi Tol Indonesia (ATI) di ruas tol Akses Tanjung Priok KM60 pada Senin (27/1). (dok. Hutama Karya)

RADARPENA.ID – Hutama Karya bersama dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dirjen Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR, Korlantas, serta Asosiasi Tol Indonesia (ATI) melakukan kick off kampanye “Selamat Sampai Tujuan” (Setuju) tahap kedua pada Senin (27/1) pagi.

Kegiatan yang bertempat di ruas tol Akses Tanjung Priok KM60 tersebut diiringi dengan penindakan tegas bagi pengemudi yang melanggar aturan berkendara di jalan tol salah satunya adalah membawa kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension and Over Load (ODOL).

Kampanye setuju tahap kedua ini sejalan dengan tujuan untuk mendukung Tahun Dekade Aksi Keselamatan di Jalan Tol dengan mengajak pengemudi bersepakat bahwa keselamatan adalah nomor satu.

Baca juga: Hutama Karya: Tol Pekanbaru-Dumai Siap Beroperasi Maret 2020

Implementasi Setuju yang dilakukan oleh Hutama Karya dan BPJT ini menyusul telah dikeluarkannya Nota Kesepahaman tentang Pelaksanaan Pelayanan Bersama, Pengamanan, dan Penegakan Hukum pada Jalan Tol di Seluruh Indonesia antara BPJT Kementerian PUPR, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Asosiasi Jalan Tol Indonesia, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Kick off kampanye "Setuju" tahap kedua yang digelar Hutama Karya dan BPJT, Dirjen Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR, Korlantas, serta Asosiasi Tol Indonesia (ATI) di ruas tol Akses Tanjung Priok KM60 pada Senin (27/1). (dok. Hutama Karya)
Kick off kampanye “Setuju” tahap kedua yang digelar Hutama Karya dan BPJT, Dirjen Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR, Korlantas, serta Asosiasi Tol Indonesia (ATI) di ruas tol Akses Tanjung Priok KM60 pada Senin (27/1). (dok. Hutama Karya)

Kepala BPJT Danang Parikesit yang hadir pada kesempatan tersebut menyatakan bahwa berkat sosialisasi masif yang sudah dilakukan sebelumnya oleh para BUJT termasuk Hutama Karya, tingkat pelanggaran dapat dikatakan menurun dan tingkat kepatuhan pengemudi meningkat.

“Kita lihat seperti pagi ini hanya ada satu kendaraan golongan III yang melakukan praktik overdimension dan overload (ODOL) dimana kendaraannya hanya berkapasitas 48 ton mengangkut hingga 68 ton dan telah kami tindak tegas,” kata Danang.

Baca juga: Tol Serang-Panimbang Beroperasi 2 Tahun Lagi

Selain itu, lanjutnya, kendaraan yang melintas masih dalam kondisi wajar. Menurut Danang, hal ini berarti banyak pengemudi sudah memahami jika akan masuk ke jalan tol mereka harus memperhatikan kapasitas kendaraan.

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan serentak di seluruh ruas tol di Indonesia. “Pertama dimulai di ruas tol yang dikelola Hutama Karya, lalu bulan berikutnya akan bergilir ke seluruh BUJT,” ujar Danang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here