Sodorkan UMKM, RI-Swiss Kolarobasi

Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto tengah menemui para pelaku UMKM di Festival UMKM 2019. (dok. Perum Jamkrindo)
Ilustrasi: Festival UMKM 2019. (dok. Perum Jamkrindo)

RADARPENA.ID – Pemerintah Indonesia semakin gencar mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk tembus ke pasar global. Khususnya ke negara Eropa melalui Swiss.

Menurut data Swiss Federal Customs Administration, nilai perdagangan Indonesia dengan Swiss pada 2108, mencapai US$1,415 miliar. Terdiri dari nilai ekspor Indonesia US$910 juta dan impor dari Swiss US$505 juta.

Sebagian besar ekspor Indonesia ke Swiss berupa emas, yaitu lebih dari 60%. Disusul alas kaki, kopi, minyak atsiri, kakao, mebel. Sedangkan impor Indonesia dari Swiss didominasi oleh permesinan, produk farmasi dan kimia organik.

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) bersama Swiss Indonesian Chamber of Commerce (SwissCham Indonesia) sepakat melakukan kolaborasi untuk meningkatkan kapasitas UKM Indonesia di Eropa.

Chairman wissCham Indonesia Lutfhi Mardiansyah mengungkapkan, Swiss memandang Indonesia sebagai sahabat dan mitra dagang yang penting, apalagi ada kesamaan antara Indonesia dengan Swiss dimana UMKM dipandang sebagai aset yang sangat penting.

”Di Swiss itu tidak ada konglomerat, perusahaan perusahaan Swiss yang kini besar itu seperti Nestle, Zurich Insurance, Clariant itu semuanya berasal dari UKM. Kami ingin menularkan kiat-kita itu ke UKM Indonesia,” jelas Lutfhi usai bertemu dengan Menkop dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Senin (20/1).

Menurut Lutfhi, bentuk kolaborasi dalam meningkatkan kapasitas UKM Indonesia itu nantinya bisa bermacam-macam, mulai dari pelatihan, kunjungan ke perusahaan yang berasal dari UKM di Swiss, kontak dagang dll. “Memang size UKM di Swiss itu berbeda dengan di Indonesia, kalau disini mungkin UKM Swiss itu masuk kelas menengah ke atas,” ujar Lutfhi.

Turut hadir pada pertemuan itu, Deputy Head of Mission Embassy of Switzerland in Indonesia, Michael Cottier menyatakan banyak UKM Indonesia yang berpotensi untuk melakukan ekspor khususnya ke pasar Eropa.

”Tinggal bagaimana kita tingkatkan kapasitas UKM UKM tersebut, produk UKM Indonesia kaya akan nilai-nilai dan inovasi dan itu sangat disukai pasar Eropa, kami sangat mensupport kolaborasi SwissCham Indonesia dengan Kemenkop dan UKM,” katanya.

Apa saja produk UKM yang diminati Swiss? Ia menyebut beberapa diantaranya adalah furniture dan mebel, precission metal ( karena di Swiss banyak perusahaan jam), perikanan dan tekstil.

SwissCham Indonesia yang didirikan Agustus 2018 adalah kumpulan perusahaan-perusahaan Swiss yang beroperasi di Indonesia. “Salah satu misi kami adalah memberikan dukungan berkelanjutan pada KUMKM Indonesia untuk bisa meningkatkan kapasitasnya sehingga bisa melakukan ekspor,” kata Lutfhi. (dim/fin/ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here