Baru 15 Persen Sekolah yang Terapkan SRA

Kegiatan belajar-mengajar guru dengan siswa di sebuah Sekolah Dasar (SD). (Jawa Pos)
Ilustrasi Kegiatan belajar-mengajar guru dengan siswa di sebuah Sekolah Dasar (SD). (Jawa Pos)

RADARPENA.ID – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, baru 15 persen sekolah di Indonesia yang menerapkan Sekolah Ramah Anak (SRA). Untuk itu, KPAI meminta dinas pendidikan di berbagai daerah mempercepat penerapan SRA.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti menjelaskan, SRA merupakan salah satu upaya memutus mata rantai kekerasan di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, SRA dimulai dari guru, kepala sekolah dan petugas sekolah. Langkah awal dengan cara tidak menggunakan kekerasan dalam mendisiplinkan para siswa.

“Dari 400 ribu sekolah di jenjang PAUD sampai SMA/sederajat, baru 15 ribuan sekolah yang sudah menerapkan SRA,” kata Retno, Senin (30/12).

Selain itu, Retno juga meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas guru dalam pengelolaan kelas, meningkatkan pemahaman dampak buruk perundungan lainnya terhadap tumbuh kembang anak.

Baca Juga : 23 Juta WNA Masuk Indonesia

“Para guru dan sekolah kerap gagap mencegah dan mengatasi kekerasan di sekolah,” ujarnya.

Retno menyatakan, bahwa masih ada kepala sekolah dan kepala dinas pendidikan di berbagai daerah yang belum menerima sosialisasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), terkait Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here