Tangkap Buronan, Bukti Kejaksaan Tidak Tidur

Kapus Penkum Kejagung, Mukri. Foto: DOK

RADARPENA.ID – Tim intelijen Kejaksaan terus melakukan penangkapan terhadap para tersangka, terdakwa, maupun terpidana yang masih buron melalui program Tangkap Buronan (Tabur). Dalam program ini Kejaksaan Tinggi (kejati) mewajibakan minimal satu buranan tertangkap tiap tiga bulan.

Sebagai salah satu bukti kerja Kejaksaan, pada Sabtu (7/12), Tim Intelijen Kejaksaan Agung bersama Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan membekuk mantan Bupati Kolaka, Buhari Matta. Dia merupakan terpidana kejahatan yang berasal dari wilayah hukum Kejaksaan Negeri Kolaka.

“Ditangkap kemarin sekitar pukul 14.30 WITA di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum) Kejaksaan Agung, Mukri, Jakarta, Minggu (8/12).

Buhari Matta dinyatakan buron setelah keluarnya putusan kasasi Mahkamah Agung nomor 775k/Pid.Sus/2014 tanggal 25 Maret 2015. Putusan tersebut terkait kasus jual beli nikel berkadar rendah dengan PT Kolaka Mining International. Dalam kasus tersebut negara dirugikan Rp 24 miliar. Saat hendak dieksekusi, ia melarikan diri.

Dijelaskannya, saat proses pemeriksaan terhadap Bupati Kolaka periode 2004 sampai 2013 itu, memang tidak dilakukan penahanan. Ketika Pengadilan Tinggi (PT) Sultra menjatuhkan vonis pidana penjara 4 tahun 6 bulan dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan penjara, Buhari langsung melakukan upaya hukum kasasi.

Baca Juga : Lagi, Istana Abaikan KPK

“Eksekusi dilakukan di Makassar atas permintaan terpidana dengan alasan kesehatan. Terpidana mempunyai penyakit diabetes dan perlu perhatian dari keluarganya yang sebagian besar bertempat tinggal di Kota Makassar,” katanya.

Penangkapan mantan Bupati Kolaka ini merupakan pelaku kejahatan ke 160 yang berhasil ditangkap tim intelijen Kejaksaan hingga 4 Desember 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here