Buruh Desak Dilibatkan Penyusunan Omnibus Law

Ilustrasi. Foto: Istimewa

RADARPENA.ID – Pekerja yang tergabung dalam Konfederensi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mendesak pemerintah agar pekerja dilibatkan dalam penyusunan Draft UU omnibus law yang akan masuk ke parlemen pada Desember ini. KSPSI khawatir apabila pekerja tidak dilibatkan akan merugikan para pekerja nantinya.

“Sangat rawan sekali bila kalangan serikat buruh tidak dilibatkan dari awal. Aturan yang mau dibuat kan berkaitan langsung dengan buruh. Kalay nggak diajak bicara kan lucu,” ujar Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, di Jakarta, Minggu (8/12).

Terkait omnibus law sektor ketenagakerjaan ini dirinya banyak dihubungi para aktivis buruh. Sebab, pembahasan bersama dianggapnya sangat penting dalam pembuatan aturan.

Selama ini dirinya sangat mendukung investasi masuk ke Tanah Air. Maka, dengan sampai saat ini buruh tidak dilibatkan terkesan buruh menjadi faktor penghambat masuknya investasi di Indonesia. Dia menegaskan, semua pihak harus dilibatkan baik serikat buruh maupun pengusaha.

“Saya akan berkomunikasi langsung dengan Presiden Jokowi tentang tim omnibus law bentukan pemerintah yang harusnya melibatkan semua unsur pemerintah,” tuturnya yang juga pimpinan ASEAN Trade Union Council (ATUC) itu.

Baca Juga : Berharap Penyelesaian Kasus Novel pada Kabareskrim Baru

Dia meyakini Jokowi akan mendengarkan saran dan masukan dari kalangan buruh. Pasalnya selama ini buruh mendukung perjuangan Jokowi sejal Pilgub DKI 2012 hingga Pilpres 2014 sampai Pilpres 2015. “Karena sejarah yang tidak terbantahkan. Buruh selalu berada di barisan Presiden Jokowi,” ucap dia.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan akan masuk omnibus law cipta lapangan kerja. UU tersebut tidak secara keseluruhan akan dimasukkan, namun akan direvisi terlebih dahulu kaena menghambat penciptaan lapangan kerja yang berkaitan dengan upah dan pesangon. “Iya diantaranya itu (upah dan pesangon) dan lain-lain,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here