Gaji Guru Indonesia Terendah di Asia Tenggara

Ilustrasi: Para guru honorer di Kabupaten Serang, Banten saat menghadiri peringatan Hari Guru Nasional (HGN). Foto: Faisal R Syam

RADARPENA.ID – Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim di Hari Guru Nasional (HGN) terus mendapat respon. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menyayangkan, pidato Nadiem yang belum menyentuh persoalan guru di Indonesia. Terlebih, upah guru di Indonesia, yang paling rendah di Asia Tenggara.

Dia menilai, pidato yang disampaikan memiliki maksud yang baik. Yakni, agar meningkatkan awareness guru terhadap anak didiknya. Tapi persoalan guru nasional saat ini masih mengkhawatirkan. Pihaknya masih menunggu terobosan nyata. Ia juga mengomentari pidato Nadiem menyambut HGN yang bertepatan pada 25 November dan diunggah di akun resmi kemendikbud tersebut.

“Memang ada problem kurikulum yang sulit diikuti guru dan murid. Selain itu juga bongkar pasang kebijakan seolah semua pendidik dipaksa bereksperimen,” ucap politisi PKS ini di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/11).

Namun, menurut Fikri, saat ini posisi Nadiem adalah pembuat kebijakan yang tugasnya menemukan solusi atas beragam permasalahan pendidikan. Khususnya terkait guru.

“Masalah guru di Indonesia mulai dari jumlah, kualitas, sampai kesejahteraan pendidik itu mestinya jadi prioritas,” imbuhnya. Menurut data Kemendikbud RI, secara nasional tahun ini terdapat kekurangan 746.121 guru di sekolah negeri seiring adanya 62.759 guru yang akan pensiun.

Baca Juga : Kesejahteraan Guru Harus Ditingkatkan, Bukan Sekadar Dipidatokan

Jumlah tersebut diprediksi akan terus meningkat. Pada tahun 2021, jumlah guru pensiun mencapai 69.757. Bahkan, dalam satu kesempatan, mantan Mendikbud Muhajir Efendi pernah meminta para guru yang sudah pensiun tahun ini agar tetap mengajar, sampai guru pengganti ada. “Kondisi ini menunjukkan sudah darurat pasokan guru,” paparnya.

Selain itu, masih terdapat 1,62 juta guru yang belum tersertifikasi. Padahal sertifikasi bertujuan agar guru memiliki kualitas akademik dan kompetensi yang mumpuni. “Target dirampungkan tahun ini sulit tercapai,” ucap Fikri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here