Jokowi: Infrastruktur Merupakan Pondasi Indonesia untuk Mampu Berkompetisi

Presiden Joko Widodo pada diskusi Forum A1 bertema
Presiden Joko Widodo pada diskusi Forum A1 bertema "Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur" pada Kamis (14/11) lalu di Jakarta. (dok. Kementerian PUPR)

RADARPENA.ID – Menghadiri diskusi Forum A1 bertema “Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur” pada Kamis (14/11) lalu di Jakarta, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa infrastruktur merupakan pondasi bagi Indonesia untuk mampu berkompetisi dengan negara lain.

Presiden mengatakan, Indeks daya saing Indonesia masih berada pada posisi di tengah terhadap negara-negara lain. “Kita ingin berada pada posisi yang lebih tinggi. Kemudian kita akan masuk ke agenda besar yang kedua, yaitu pembangunan sumber daya manusia dan selanjutnya baru masuk ke agenda besar inovasi dan teknologi,” ujar Jokowi.

Mendapingi Presiden dalam diskusi tersebut, hadir pula Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Baca juga: Jokowi: Pembangunan Infrastruktur Masih Jadi Prioritas

Jokowi mengatakan infrastruktur sebagai pondasi memberikan dampak berganda (multiplier effect) yang mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Menurutnya, dampak jangka pendek dari pembangunan infrastruktur adalah menciptakan lapangan kerja. “Sebab dalam proses pembangunan, tentu dibutuhkan keterlibatan tenaga manusia sebagai faktor utama pendukung pembangunan,” kata Presiden.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mendampingi Presiden Joko Widodo pada diskusi Forum A1 bertema "Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur" pada Kamis (14/11) lalu di Jakarta. (dok. Kementerian PUPR)
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mendampingi Presiden Joko Widodo pada diskusi Forum A1 bertema “Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur” pada Kamis (14/11) lalu di Jakarta. (dok. Kementerian PUPR)

Jokowi juga mengatakan bahwa infrastruktur akan menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. Sehingga peredaran uang tidak hanya terjadi di Jakarta.

Pembangunan infrastruktur, utamanya di daerah, akan membuka akses baru atau semakin mempermudah akses yang sudah ada untuk menjangkau wilayah tersebut. Kemudahan akses tersebut nantinya dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di suatu wilayah.

Baca juga: Jembatan Lengkung LRT Kuningan Rampung, Empat Menteri Lakukan Pengecoran Akhir

Selanjutnya, menurut Presiden, pembangunan infrastruktur juga akan berdampak pada perbaikan jaringan logistik.

“Negara kita terdiri dari 17 ribu pulau. Infrastruktur yang sudah kita kerjakan lima tahun kemarin harus disambungkan dengan sentra-sentra produksi baik itu produksi pertanian, produksi nelayan, hingga industri kecil,” jelas Presiden.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here