Belum 100 Hari Kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf, Kepercayaan Publik Menurun 

Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024, Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Foto: Dok. Seskab

RADARPENA.ID – Belum genap 100 hari kepemimpinan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Ma’ruf Amin, kepercayaan publik merosot tajam. Ini sejalan dengan kondisi politik dan resesi dunia yang mengancam ekonomi bangsa. Bahkan di sektor hukum, ini juga menjadi catatan yang harus dibenahi, efek keterlibatan perangkat hukum yang terimbas kasus suap dan korupsi.

Ya, dalam analisis Lingkaran Survei Indonesia (LSI)-Denny JA muncul penurunan tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga negara dan sosial sebagai efek kontestasi Pilpres 2019 dan Pilkada DKI 2017.

“Kami telah lakukan empat kali survei, yakni pra dan pasca-Pilkada DKI 2017, serta pra dan pasca-Pilpres 2019,” kata peneliti senior LSI-Denny JA, Adjie Alfaraby, saat menyampaikan hasil survei tersebut di Jakarta, Rabu (13/11).

Yang menarik Pilkada DKI Jakarta 2017 juga dimasukan dalam riset. Menurutnya riset ini sebagai salah satu pilkada yang menyedot perhatian publik, dan cukup membelah pemilih dalam dua kutub yang terbawa sampai Pilpres 2019.

Nah, dari hasil survei itu, kata dia, tingkat kepercayaan terhadap lembaga-lembaga negara turun, seperti DPD dari 68,7 persen pada bulan Juli 2018 menjadi 64,2 persen pada bulan September 2019 atau pascapilpres.

Baca Juga : Puan Maharani Bungkam Semua Tudingan

Trust publik terhadap DPR dari 65 persen pada survei Juli 2018, lanjut dia, menurun menjadi 63,5 persen pada bulan September 2019. Demikian pula, KPK dari 89 persen menjadi 85,7 persen. “Pada bulan Juli 2018, mereka yang percaya MK bekerja untuk kepentingan rakyat sebesar 76,4 persen. Namun, pascapilpres menurun menjadi 70,2 persen,” katanya.

Begitu pula dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri dari 87,7 persen menjadi 72,1 persen, TNI dari 90,4 persen menjadi 89 persen, hingga KPU dari 82,3 persen menjadi 78,1 persen. Hasil survei yang sama juga terjadi pada pra dan pasca-Pilkada DKI 2017, kata dia, seperti DPR dari 58,4 persen pada survei Juli 2016 menjadi 58,2 persen pada bulan Agustus 2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here