PGRI Sepakat Perombakan Kurikulum

Ilustrasi (JawaPos)

RADARPENA.ID – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyatakan setuju, terkait rencana perombakan kurikulum pendidikan dengan disertai penerapan teknologi. Menurut pihaknya, kurikulum saat ini adalah salah satu penyebab tertinggalnya kualitas pendidikan Indonesia.

Dewan Pembina Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Qudrat Nugraha menyatakan setuju, dengan rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk merombak kurikulum dengan disertai penerapan teknologi.

“Pendidikan kita sudah semakin jauh tertinggal. Untuk itu, kurikulum sudah waktunya diubah untuk mewujukan proses belajar-mengajar yang menyenangkan,” kata Qudrat Rabu (6/11).

Qudrat berharap, penerapan teknologi itu bisa menyederhanakan proses birokrasi dalam sistem pendidikan, baik yang berkaitan dengan guru ataupun sekolah.

“Mungkin 50 persen peraturan terkait guru yang ada harus dibabat habis secara revolusioner,” ujarnya.

Baca Juga : Kurikulum Pendidikan Harus Berbasis Teknologi

Menurut Qudrat, aspek lain yang harus menjadi perhatian Mendikbud dalam merombak kurikulum adalah, keberadaan ujian nasional (UN). Menurutnya, UN selama ini mengandung banyak masalah dan juga tak memberikan maanfaat jelas bagi peserta didik. “UN harus dibabat habis, ganti dengan cara ujian yang lain,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PB PGRI Supardi mengatakan, poin penting untuk memajukan pendidikan adalah meningkatkan kualitas guru. Menurutnya, untuk bisa mendapatkan guru berkualitas harus ada kebijakan revolusioner.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here