Jokowi: Pembangunan Infrastruktur Masih Jadi Prioritas

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ikut serta dalam ajang Konstruksi Indonesia (KI) 2019, Indonesia Infrastructure Development Financing (IIDF) 2019, dan Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2019 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. (Alidrian Fahwi/Radarpena.id)
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ikut serta dalam ajang Konstruksi Indonesia (KI) 2019, Indonesia Infrastructure Development Financing (IIDF) 2019, dan Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2019 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. (Alidrian Fahwi/Radarpena.id)

RADARPENA.ID – Membuka Konstruksi Indonesia (KI) 2019, Indonesia Infrastructure Development Financing (IIDF) 2019, dan Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2019, Presiden Joko Widodo menyampaikan pembangunan infrastruktur masih menjadi salah satu prioritas nasional lima tahun mendatang, selain recanana pemindahan Ibu Kota.

Presiden menyebutkan Pemerintah telah mengalokasikan anggaran total pembangunan infrastruktur sekitar Rp430 triliun pada 2020 atau naik dibandingkan 2019 yang sebesar Rp420 triliun.

Guna mendukung hal tersebut, Presiden mengatakan diperlukan kesiapan seluruh komponen rantai pasok industri konstruksi yang terdiri dari sumber pendanaan, sumber daya manusia (SDM), peralatan dan material, serta teknologi konstruksi.

Baca juga: Kementerian PUPR Gelar Uji Sertifikasi 11.250 Tenaga Konstruksi

“Kuncinya ada di pembenahan manajemen rantai pasok konstruksi yang berkualitas, terutama pasokan tenaga ahli jasa konstruksi yang harus terus kita tingkatkan, kuantitas maupun kualitasnya didukung dengan sertifikasi berstandar internasional,” ujar Presiden pada Rabu (6/11) lalu.

Presiden Jokowi tengah meninjau Konstruksi Indonesia (KI) 2019, Indonesia Infrastructure Development Financing (IIDF) 2019, dan Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (6/11) lalu. (dok. Kementerian PUPR)
Presiden Jokowi tengah meninjau Konstruksi Indonesia (KI) 2019, Indonesia Infrastructure Development Financing (IIDF) 2019, dan Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (6/11) lalu. (dok. Kementerian PUPR)

Turut hadir dalam acara yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Selanjutnya, Presiden Jokowi mengatakan, untuk mendorong terciptanya SDM konstruksi yang kompeten, handal dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi diperlukan kerja sama antara dunia pendidikan dan industri jasa konstruksi.

Baca juga: Pembelajaran PTS Diarahkan ke Pendidikan Vokasi

“Oleh karena itu, pendidikan dan pelatihan vokasional harus juga kita perbaiki, link and match antara lembaga pendidikan dengan kebutuhan dunia konstruksi Indonesia harus terus diperkuat sehingga menghasilkan tenaga kerja yang punya keahlian lapangan yang andal,” tegasnya.

Terkait kesiapan peralatan dan material yang dibutuhkan dalam konstruksi, Presiden menginstruksikan untuk memastikan ketersediaannya baik dari segi kuantitas dan kualitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here