Total 1.108 Warga Dipulangkan ke Wamena

TNI saat melakukan evakuasi warga dari Wamena ke dari Jayapura, Senin (30/9). Situasi dan kondisi Wamena sendiri berangsur pulih seiring dengan penjagaan dan pengamanan yang dilakukan aparat baik Polri maupun TNI. Foto: AFP

RADARPENA.ID – Total sudah 1.108 warga yang sebelumnya mengungsi, akibat kerusuhan kembali ke Wamena. Para pengungsi itu dipulangkan dengan menggunakan hercules TNI-AU yang diperbantukan ke Lanud Silas Papare,

Komandan Lanud Silas Papare Marsekal Pertama TNI Tri Bowo menjelaskan, proses pemulangan melalui landasan Udara Silas Papare. Jumat (1/11) tercatat 291 orang dipulangkan ke Wamena dengan menggunakan pesawat hercules. Saat ini ada dua hercules yang diperbantukan untuk membantu pemulangan kembali pengungsi ke Wamena mengingat kawasan itu saat ini sudah relatif aman.

”TNI-AU akan membantu memulangkan pengungsi kembali ke Wamena melalui posko atau dinas sosial,” kata Tri Bowo seraya menambahkan TNI-AU tidak memungut biaya apapun kepada warga yang ingin kembali ke Wamena.

Sementara itu, aparat penegak hukum menyiagakan dua kendaraan perintis Barracuda di depan Kantor Bupati Jayawijaya, Papua, untuk mengantisipasi siswa yang berdemonstrasi. Komandan Kodim 1702/Jayawijaya, Letnan Kolonel Infantri Candra Dianto membenarkan hal tersebut. “Ya, betul, itu untuk antisipasi demonstrasi dari pelajar,” jelasnya.

Rencana demonstrasi pelajar itu beredar di media sosial pada Kamis malam (31/10). Dalam laporan yang beredar, dikatakan demonstrasi damai akan dilakukan beberapa pelajar dari SMA PGRI, SMU Yogi Sinakma, SMA Yasores, SMA Krsisten dan SMA Yapis. Rencanya demonstrasi damai ini di halaman SMA Negeri 1 Wamena melibatkan 200 orang pelajar.

Baca Juga : Narkoba Mulai Masuk Pusat Perbelanjaan

Sementara itu sumber Fajar Indonesia Network (Grup RADARPENA) menyebut informasi tentang rencana demonstrasi, dan langsung berkoordinasi dengan guru-guru, pemerintah setempat, dan polisi. “Saya sudah mendapatkan informasi itu. Dan harapannya proses belajar mengajar tetap berjalan, dengan dengan pengawasan,” katanya.

Seperti diketahui, kerusuhan Wamena yang terjadi 23 September lalu itu menyebabkan sekitar 15 ribu warga mengungsi dan keluar dari Wamena termasuk dari wilayah di sekitarnya. Insiden yang menyebabkan 33 orang meninggal dan 76 orang mengalami luka-luka serta 1.000 an bangunan dibakar dan dirusak . (ful/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here