Deadline Satu Tahun untuk Wamen 

Kemudian yang kesepuluh, Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri BUMN. Menurut Presiden Jokowi, dirinya tidak perlu menjelaskan, karena Budi banker berpengalaman, pernah menjadi dirut di Bank Mandiri.

”Karena kita tahu portofolio di BUMN ini gede sekali, kita memiliki di situ 140-an BUMN, dengan aset kurang lebih Rp8.400 triliun, memerlukan sebuah pengelolaan yang sangat baik, memerlukan pengawasan dan kontrol yang sangat baik. Sehingga betul-betul nanti akan menjadi sebuah aset yang semakin meningkat dan memberikan kontribusi yang baik kepada rakyat dan kepada negara,” kata Presiden.

Yang kesebelas Kartika Wirjoatmodjo. Juga sama, Dirut Bank Mandiri, dan akan dipercaya menjadi Wakil Menteri BUMN. ”Jadi ada dua wakil menteri di BUMN dan kedua-duanya berasal dari Bank Mandiri, banker. kita harapkan nanti akan ada sebuah lompatan besar, baik dalam pemberian valuasi aset-aset yang ada,” kata Presiden seraya menambahkan, dirinya sudah menyampaikan untuk mencari partner-partner yang baik sehingga BUMN kita benar-benar menjadi sebuah perusahaan korporasi yang memiliki reputasi yang baik di dunia global.

Kemudian yang terakhir adalah Angela Herliani Tanoesoedibjo. “Masih muda, pengusaha yang berpengalaman di bidang media, pintar di dalam promosi-promosi sehingga kita berikan kepercayaan untuk menjadi Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sehingga kita harapkan promosi promosi pariwisata kita lebih fokus dan wisatawan yang yang datang berkunjung di Indonesia akan semakin banyak,” kata Presiden Jokowi.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPP Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan dua Wamen BUMN untuk membantu Erick Thohir yang sebelumnya mengajukan tiga nama sudah tepat. ”Dua Wamen ini sangat kredibel untuk bisa membantu Meneg BUMN dalam mengelola aset BUMN yang jumlahnya ribuan triliun,” terangnya.

Keduanya berasal dari legacy BUMN yang dinilai mengerti sekali bagaimana untuk membantu meneg BUMN. ”Apalagi boleh dikata mereka itu punya pengalaman yang cukup lama sebagai Bankers yang sukses ya,” terangnya.

Di luar dua wamen BUMN tersebut, menurut Arief, Jokowi masih sangat ragu sekali akan bisa membantu kerja menterinya karena tidak punya kompentesi, pengalaman di birokrasi dan prestasi pada bidang yang digeluti. ”Justru ini malah nanti banyak terjadi mis understanding yang merepotkan para dirjen dan direktur di kementeriannya,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here