Insiden Wiranto Ibarat Serangan terhadap Negara

Detik-detik Menkopolhukam Wiranto datang sesaat sebelum peristiwa penusukan di Alun-alun Desa Menes, Pandeglang, Kamis (10/10). Foto: Istimewa

RADARPENA.ID – SETARA Institute menilai serangan terhadap Menko Polhukam Wiranto sama dengan penyerangan terhadap negara yang menimbulkan efek berlapis dan memperpanjang keresahan di tengah masyarakat.

Wiranto ditusuk saat melakukan kunjungan kerja di Pandeglang Banten pada Kamis lalu.

“Karena itu, aparat keamanan mesti meningkatkan kewaspadaan dengan mengantisipasi konsolidasi sel-sel tidur para teroris dan aksi teror yang memanfaatkan berbagai momentum politik nasional,” ujar Direktur Eksekutif SETARA Institute Ismail Hasani di Jakarta, Sabtu (12/10).

Meski demikian, kata Ismail, antisipasi penting dilakukan dengan tidak melakukan generalisasi, termasuk penggunaan isu intoleransi dan radikalisme sebagai alat penundukan gerakan sipil, yang melakukan koreksi atas sejumlah kekeliruan kebijakan sejumlah elemen negara.

“Kami mengutuk segala bentuk terorisme dan ekstremisme kekerasan serta penggunaan doktrin ideologis apa pun, untuk mengganggu dan merusak tatanan hidup bersama bangsa dan negara,” ucapnya.

Baca Juga : Fitri Diana, Penikam Kapolsek Menes yang Pendiam nan Sadis

Dia menambahkan, terorisme merupakan ancaman nyata. Karena itu, pemerintah harus selalu menyiagakan dan memobilisasi sumber daya yang memadai.

Paling tidak, untuk mencegah dan menangani ekspresi puncak ekstremisme kekerasan, demi menjaga dan melindungi keselamatan seluruh warga negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here