Dana Repatriasi Tax Amnesty Berpotensi Lari ke Luar Negeri

Ilustrasi. Foto: Istimewa

RADARPENA.ID – Mengingat ekonomi dunia tengah melambat, perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat (AS) tak kunjung usai, sehingga dana repatriasi program pengampunan pajak alias Tax Amnesty senilai Rp141 triliun berpotensi kabur lagi ke luar negeri.

Hal itu, karena masa repatriasi atau pendahan dana pengampunan pajak di dalam negeri atau holding periode selama tiga tahun, yakni Juli-Desember 2016, akan segera berakhir.

Kendati begitu, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Hadiyanto meyakini dana repatriasi tax amnesty tak akan keluar dari Indonesia. Sebab, Indonesia masih menarik bagi pemilik dana repatriasi memarkirkan dananya di dalam negeri.

Baca Juga : Ribuan Mobil Mewah Belum Bayar Pajak

“Kami yakin yang sudah masuk akan stay dan berinvestasi di Indonesia. Kami optimis (dana repatriasi tidak keluar),” ujar Hadiyanto di Jakarta, Selasa (8/10).

Untuk itu, pemerintah berusaha memberikan iklim ekonomi yang baik di dalam negeri, lewat kebijakan-kebijakan yang mendukung para investor.

“Pemerintah terus menggalakkan iklim investasi supaya lebih baik dari waktu ke waktu melalui berbagai kebijakan, fasilitas percepat perizinan, dan shifting melalui OSS dan sebagai macam,” tutur dia.

Terpisah, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah menilai kemungkinan besar dana repatriasi akan lari ke luar negeri apabila pemerintah tidak membenahi persoalan-persoalan yang menghambat investor asing masuk ke Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here