Siap Beroperasi pada 2021, Kereta Cepat Tempuh Jakarta-Bandung dalam 46 Menit

Menteri BUMN Rini M Soemarno saat meninjau proses instalasi girder Kereta Cepat Jakarta-Bandung di casting yard 1 Cikarang Barat , Senin (30/9) lalu. (dok. Kementerian BUMN)
Menteri BUMN Rini M Soemarno saat meninjau proses instalasi girder Kereta Cepat Jakarta-Bandung di casting yard 1 Cikarang Barat , Senin (30/9) lalu. (dok. Kementerian BUMN)

RADARPENA.ID – Mengejar kesiapan operasinya pada 2021 mendatang, proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) memasuki babak baru. Saat ini proyek tersebut tengah memasuki tahap pembangunan jalur layang (elevated track).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno yang meninjau proses instalasi girder di casting yard #1, Cikarang Barat pada Senin (30/9) lalu memastikan proyek tersebut berjalan sesuai target.

Melalui keterangan tertulisnya, Menteri Rini menyampaikan hal tersebut merupakan pencapaian luar biasa dan suatu lompatan untuk memacu semangat sinergi semua pihak yang terlibat untuk mewujudkan Kereta Cepat pertama pada 2021.

Baca juga: Menteri BUMN Harap Marina Bay Labuan Bajo Selesai Juli 2020

“Saya terus mendukung dan mendorong semoga berjalan baik dan dapat beroperasi sesuai yang ditargetkan,” tegas Menteri BUMN.

Mendatang, KCJB tersebut mampu mengangkut penumpang dari Jakarta ke Bandung hanya dalam waktu kurang dari 60 menit. Empat stasiun yang akan dilewati ialah Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Walini, dan Stasiun Tegalluar.

Menteri Rini menambahkan, dari total 142,3 kilometer trase Kereta Cepat, jarak Halim hingga Tegalluar akan dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar 36 menit untuk pejalanan langsung atau sekitar 46 menit untuk perjalanan tidak langsung.

Baca juga: INKA dan KAI Gandeng Stadler Rail Bangun Pabrik di Banyuwangi

Sementara itu, Direktur Utama PT PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Chandra Dwiputra memaparkan 60 persen dari total keseluruhan trase KCJB didominasi oleh struktur elevated. Pemasangan box girder ini akan mendorong percepatan pembangunan trase yang direncanakan tersambung keseluruhannya pada 2020 dan beroperasi 2021

Ia meyakini bahwa selain sebagai milestone, proses instalasi ini dapat menjadi semangat untuk mewujudkan kereta cepat sebagai solusi masyarakat perkotaan dalam bertransportasi antar kota dengan cara dan nuansa yang baru.

“Kereta Cepat Jakarta Bandung hadir sebagai solusi masyarakat dalam bertransportasi antar kota, menawarkan kecepatan dari segi waktu, sehingga perjalanan lebih aman, efektif, efisien, dan nyaman.” ujar Chandra.

Baca juga: Pengembalian Utang Kereta Cepat Makan Waktu 200 Tahun?

Selain pemasangan box girder, salah satu bridge continuous beam yang terbentang di atas ramp jalan tol Purbaleunyi juga telah sukses tersambung.

“Terdapat milestone lain di mana salah satu bridge continuous beam kita di DK131 yang berlokasi di Buah Batu, Bandung telah sukses tersambung pada Rabu, 25 September lalu,” jelas Chandra pada sambutannya.

Pada kesempatan ini turut hadir Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Republik Indonesia Xiao Qian, Direktur Jenderal Pengadaan Tanah Kementerian ATR/BPN Arie Yuriwin beserta Direksi perusahaan BUMN lainnya

Proyek kereta cepat Jakarta Bandung memiliki tiga buah Casting Yard yang tersebar di beberapa titik di Cikarang dan Bandung untuk mendukung kebutuhan box grider di sepanjang trase.

Dalam proses pembangunannya, PT KCIC dan kontraktor yang terlibat dalam proyek pembangunan kereta cepat pertama di Indonesia; Sinohydro, WIKA, dan CREC, terus mengupayakan proses pengerjaan dengan metode yang efektif dan efisien agar proyek dapat terselesaikan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. (rls/alf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here