Sekolah Satu Atap Solusi Pendidikan di Daerah 3T

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi. Jawa Pos)

RADARPENA.ID – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengklaim, bahwa sekolah satu atap yang terdiri dari jenjang pendidikan SD dan SMP merupakan solusi pendidikan di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T).

“Sekolah satu atap merupakan solusi pendidikan di daerah 3T.yang mana populasi siswanya sebetulnya tidak mencukupi, tapi kalau digabung sekolah induk terlalu jauh,” kata Muhadjir, Jumat (20/9).

Muhadjir memberi contoh seperti di wilayah Papua dan Papua Barat, sekolah satu atap juga menyediakan asrama karena rumah siswanya jauh dari sekolah. Dengan demikian, kondisi geografis juga tidak memungkinkan untuk pulang pergi.

“Kondisi geografis juga turut mempengaruhi mengapa diperlukan sekolah satu atap atau satap,” ujarnya.

Namun untuk di Kampung Segeram, tidak ada asrama karena berdekatan dengan rumah warga. Sekolah atap di Segeram itu terdiri dari SD 010 Kampung Segeram dan SMPN 3 Kampung Segeram.

Baca Juga : Komputer Tablet Siap Didistribusikan ke 36 Ribu Sekolah

“Kalau siswanya masih banyak yang jauh seperti di Papua dan Papua Barat, kami bikinkan asrama. Akan tetapi tidak seluruh siswa, hanya siswa yg jauh dari sekolah saja,” tuturnya.

Sedangkan untuk melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas (SMA), Muhadjir menyarankan siswa di daerah 3T mengambil pendidikan kesetaraan atau paket C. “Tapi tidak menutup kemungkinan sekolah satu atap hingga ke jenjang SMA,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here