Kenaikan Cukai Rokok Kerek Inflasi

Ilustrasi tembakau. (Ist)
Ilustrasi tembakau. (Ist)

RADARPENA.ID – Kenaikan cukai rokok 23 persen dan harga jual eceran dengan rata-rata 35 persen pada tahun depan, berpotensi menyumbang laju inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kenaikan inflasi tidak terlalu besar.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, rokok memang memberikan andil terhadap inflasi untuk setiap bulannya. Secara nasional, rokok kretek filter dan rokok kretek berkontribusi inflasi sebesar 0,01 persen.

Namun dia, belum bisa memperkirakan dampak secara menyeluruh dari kenaikan tarif cukai dan harga jual eceran rokok tersebut. “Belum tahu dampaknya seberapa jauh, kami harus melakukan exercise dulu. Mudah-mudahan tidak terlalu besar,” ucap dia.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendi Manilet menilai, kenaikan cukai rokok yang drastis akan berdampak pada kemiskinan. Merujuk data BPS, rokok kretek-filter berkontribusi terbesar kedua setelah beras terhadap garis kemiskinan.

“Kontribusinya di rumah tangga miskin pedesaan adalah 11,36 persen, sementara 12,2 persen di perkotaan,” ujar Yusuf, Senin (16/9).

Baca Juga : Alasan Utama Naiknya Cukai Rokok

Kendati demikian, menurut Yusuf, kenaikan cukup jangan dipandang sepenuhnya membawa dampak negatif. Pasalnya tujuan kenaikan rokok untuk menekan jumlah perokok di Tanah Air. Karena berbagai data menunjukkan, tingkat perokok di usia muda 10-18 tahun terus meningkat dari tahun 2013 sampai dengan 2018.

“Kebijakan pemerintah menaikkan cukai rokok diharapkan dapat membantu mengantisipasi dampak negatif (bertambahhnya jumlah perokok). Tapi harus melakukan kajian yang mendalam, apakah kebijakan ini akan menurunkan permintaan rokok apa tidak,” jelas dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here