Tax Amnesty Jilid II Tuai Penolakan

Ekonom senior yang juga mantan Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli. (Foto: RIZKI)

RADARPENA.ID – Pernyataan Menteri Keuangan (Kemenkeu), Sri Mulyani terkait akan kembali memberlakukan tax amnesty jilid II, menuai penolakan dari berbagai kalangan.

Ekonom senior yang juga mantan Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli menilai tax amnesty jilid II adalah kebijakan yang konyol. Sebab tax amensty pertama saja hasilnya tidak terasa.

“Ada ide lagi tax amnesty kedua, ini benar-benar konyol, yang pertama saja gagal total,” ujar Rizal di Jakarta, Senin (12/8).

Rizal memaparkan, tax ratio dari 2010 ke 2018 terus mengalami penurunan, dari 9,52 persen menjadi 8,85 persen. Dan itu, hanya rasio pajak tanpa tanpa dihitung dengan bea dan cukai, serta royalti dari SDA migas dan tambang. Sementara tax ratio secara keseluruhan turun dari 13,61 persen pada 2010 menjadi 11,45 persen pada 2018.

Artinya, kata Rizal, seharusnya setelah dilaksanakan tax amnesty membuat pemasukan pajak meningkat dan rasio pajak juga demikian. Tapi malah sebaliknya.

Baca Juga : Tax Ratio Tetap Menjadi Sorotan Utama

“Kok malah ada tax amnesty makin merosot, harusnya ada tax amnesty yang heboh, kampanye gede, kok hasilnya gini,” ujar dia.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Pieter Abdullah tidak sependapat dengan pernyataan Rizal yang menyebutkan tax amnesty I gagal. Sebab bisa hanya diukur dari tax ratio yang belum mengalami lompatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here