Angkasa Pura I Siap Dukung Kunjungan 1 Juta Wisman Lewat YIA

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi pada acara Focus Group Discussion (FGD)
Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi pada acara Focus Group Discussion (FGD) "Meraih 1 Juta Wisman ke DSP Borobudur melalui Pengembangan Aksesibilitas Bandara YIA" yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata RI di YIA, Kulon Progo, Rabu (18/9) pagi. (dok. Angkasa Pura I)

RADARPENA.ID – Sejak dibuka penerbangan komersial perdana pada 6 Mei 2019, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo telah melayani sebanyak 96 ribu penumpang domestik hingga akhir Agustus lalu.

Kini tercatat ada 14 jadwal penerbangan setiap harinya dengan tujuan Jakarta Cengkareng, Jakarta Halim, Palangkaraya, Samarinda, Lombok, dan Makassar. Terhitung 4 maskapai yakni Citilink, Batik Air, Indonesia AirAsia, dan Lion Air hilir mudik di YIA.

Menjelang selesainya pembangunan YIA pada 2020 mendatang, PT Angkasa Pura I (Persero) siap mendukung tercapainya kunjungan 1 juta wisatawan mancanegara (wisman) di Daerah Super Prioritas (DSP) Borobudur melalui YIA.

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi menyampaikan komitmen kesiapan tersebut lewat keterangan tertulisnya usai acara Focus Group Discussion (FGD) “Meraih 1 Juta Wisman ke DSP Borobudur melalui Pengembangan Aksesibilitas Bandara YIA” yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata RI di YIA, Kulon Progo, Rabu (18/9) pagi.

Baca juga: Angkasa Pura I Miliki Fasilitas Kemanan Teknologi Tinggi Pertama di Indonesia

Faik menyampaikan, menurut data, penumpang pesawat udara di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta lima tahun terakhir (2014-2018) rata-rata tumbuh 7,8 persen per tahun. Pada 2018 lalu, bandara ini melayani 8,4 juta penumpang.

Data tersebut juga menunjukkan pergerakan pesawat yang terus tumbuh positif dalam lima tahun terakhir dengan rata-rata 6,45 persen. Sebanyak 85 ribu pergerakan pesawat dilayani Bandara Adisutjipto tahun 2018 lalu.

Lebih lanjut Faik mengatakan, kehadiran YIA akan mampu menyediakan kapasitas yang cukup besar bagi penerbangan domestik maupun internasional untuk langsung mendarat di Provinsi DIY.

Baca juga: Lima BUMN Bakal Garap Proyek Tambang di Madagaskar

Didukung dengan terminal penumpang seluas 219.000 meter persegi, YIA bisa melayani hingga 20 juta penumpang per tahun. “Jumlah ini lebih dari sepuluh kali lipat lebih banyak dibanding kapasitas bandara Adisutjipto Yogyakarta yang mampu menampung 1,8 juta penumpang per tahun,” tambahnya.

Selain itu, YIA juga memiliki landas pacu yang cukup baik. Landas pacu sepanjang 3.250 x 45 m dengan PCN 107 yang ada di bandara ini akan mampu didarati oleh pesawat komersil berbadan lebar (wide body) terberat (Boeing 777-300 ER) dan terbesar (A-380).

“Inilah salah satu kelebihan YIA yang harus dimanfaatkan maskapai untuk dapat membawa penumpang lebih banyak ke Yogyakarta,” jelas Faik Fahmi.

Untuk menarik minat maskapai membuka rute dari dan menuju YIA, Angkasa Pura I menyediakan beberapa program insentif. Diantaranya adalah pembebasan biaya pendaratan (landing fee) selama 3 bulan pertama, pembebasan landing fee sebesar 50 persen untuk tiga bulan berikutnya, serta program pembebasan biaya promosi dan biaya inaugurasi maskapai di bandara selama satu bulan penuh.

“Kami optimistis dengan sinergi yang baik dari berbagai pihak khususnya pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maskapai, dan didukung oleh aksesibilitas yang memadai, YIA akan mampu menjadi pintu gerbang internasional bagi kedatangan 1 juta wisman menuju destinasi unggulan Borobudur,” pungkas Faik. (rls/alf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here