Kebaya Pertiwi dari Anne Avantie untuk Garuda Indonesia

Busana Kebaya Pertiwi persembahan Anne Avantie untuk para awak kabin Garuda Indonesia. (dok. Garuda Indonesia/Kementerian BUMN).
Busana Kebaya Pertiwi persembahan Anne Avantie untuk para awak kabin Garuda Indonesia. (dok. Garuda Indonesia/Kementerian BUMN).

RADARPENA.ID – Ada yang berbeda dari penampilan para pramugari Garuda Indonesia pada penerbangan GA 238 Jakarta-Semarang Rabu (3/7) lalu. Para awak kabin maskapai nasional itu mengenakan seragam “Kebaya Pertiwi” persembahan desainer Anne Avantie.

Melalui keterangan tertulisnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengungkapkan penerbangan istimewa bertema “Kebaya Pertiwi Special Flight” itu merupakan bentuk komitmen Garuda Indonesia untuk turut menjaga dan melestarikan kebaya sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang telah menjadi identitas wanita Indonesia hingga saat ini.

Menurutnya, Kebaya lebih dari sekadar pakaian wanita Indonesia, kebaya mengandung pesan akan kekayaan dan keunggulan budaya dan kearifan lokal Indonesia yang sudah mendunia.

“Lebih dari itu tersirat makna yang sangat mendalam dari motif-motif yang ditampilkan pada pakaian tersebut. Sehingga diharapkan para wanita yang menggunakannya mampu merepresentasikan pesan moral dari motif kebayanya,” ujarnya.

Baca juga: Empat BUMN Naik Kasta

Para penumpang rute penerbangan khusus tersebut disambut langsung oleh Anne Avantie setibanya di Semarang. Selain berfoto bersama, Sang Desainer juga memberikan selendang batik spesial dari Avantie Handycraft untuk seluruh penumpang GA 238.

Anne mengatakan Kebaya Pertiwi secara khusus dihadirkan untuk Garuda Indonesia dengan pesan moral agar Garuda Indonesia dapat selalu mengharumkan nama bangsa dan Negara Indonesia di mata dunia.

“Melalui siluet kebaya berkerah Kartini sebagai wujud emansipasi wanita, serta pemilihan motif ceplok sekar wangi yang memiliki warna lembut adalah simbol dari kelembutan dan keanggunan para pramugari dalam memberikan pelayanan ke seluruh penumpang Garuda Indonesia,” pungkas Anne. (rls/alf)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here