Waspada Gejala Aritmia!

Ilustrasi. (Istimewa)

RADARPENA.ID – Jika seseorang kerap mengeluh jantung berdebar-debar, pusing, atau bahkan sering pingsan, maka hal itu dapat berpotensi menderita penyakit aritmia.

Ini adalah gangguan irama jantung yang terjadi akibat pembentukan dan atau penjalaran impuls listrik sehingga memunculkan denyut jantung yang tidak beraturan. Denyut jantung berdetak cepat disebut takiaritmia, sebaliknya denyut jantung yang melambat dikenal sebagai bradiaritma.

Dokter spesialis kardiovaskular dr. Sunu Budhi Raharjo menjelaskan, jantung berdebar merupakan keluhan awal yang paling sering dirasakan pasien baik anak-anak maupun orangtua.

“Harus diidentifikasi berdebarnya apakah normal atau tidak. Termasuk kliyengan yang dirasakan serta keluhan pingsan bisa saja pingsan akibat kondisi lain,” jelas dr. Sunu dalam acara talkshow “MMC Hospital Introducing: Integrated Cardiovascular Centre” di Jakarta, Kamis (23/1).

Menurutnya, rasa pusing yang dialami bisa terjadi akibat suplai darah ke otak berkurang atau memang denyut jantung yang tidak normal. Sayangnya, aritmia kerap tidak terdeteksi, padahal bila tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan kerusakan otak secara permanen hingga kematian mendadak.

Baca Juga : Garuda Select Petik Hikmah

Aritmia yang paling sering terjadi adalah fibrilasi atrial (AF). Prevalensi AF di Indonesia sebesar 2,2 juta orang, dan 40 persen diantaranya berisiko mengalami stroke, apabila tak segera mendapatkan penanganan medis. Lebih jauh Riset dari New England Medical Journal (2001) menyebutkan bahwa PJK merupakan penyebab 20-30% gangguan irama jantung dan dapat berakhir dengan kematian mendadak.

Dokter spesialis kardiovaskular Prof. Yoga Yuniadi menambahkan, bahwa normalnya, jantung berdenyut sebanyak 50-90 kali per menit. Saat jantung berdenyut cepat dia akan berdetak hingga 200 kali per menit. Sementara itu, denyut jantung melambat ketika denyut irama jantung terhitung 40 kali per menit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here