Beberapa Kebiasaan yang Menjadi Pemicu Terjadinya Nyeri Otot

Ilustrasi, Nyeri Otot (Istimewa)

RADARPENA.ID – Milenial yang masih dalam usia produktif pasti memiliki kehidupan pekerjaan dan sosial yang dinamis. Kehidupan yang tak terlepas dari kecanggihan teknologi ternyata bisa membuat mereka terkena penyakit degeneratif lebih cepat.

Dokter Spesialis Bedah Saraf Lamina Pain and Spine Center, dr. Victorio, SpBS menjelaskan dirinya banyak mendapatkan pasien dengan keluhan nyeri tulang belakang dan nyeri otot. Menariknya, penderitanya kebanyakan dari usia muda. Padahal, penyakit itu harusnya kebanyakan diderita pra lansia dan lansia.

“Sudah bergeser ke usia muda ya. Setelah dilakukan dengan pemeriksaan MRI, ternyata nyeri saraf kejepit atau nyeri tulang belakang. Bantalan ototnya pecah misalnya,” kata Victoria kepada wartawan baru-baru ini.

Beberapa kebiasaan yang bisa menjadi pemicunya antaralain:

1. Duduk Terlalu Lama
Setiap orang yang duduk terlalu lama di depan komputer bisa mengalami pegal-pegal dan nyeri di bagian punggung. Jika terlalu sering berulang, tentu akan menimbulkan dampak yang lebih parah lagi.

“Duduk di kantor lebih dari 8 jam sehari membuat tulang belakang nyeri. Idealnya, tiap 2 jam harus stretching. Posisi harus baik, menghadap komputer dan tegak. Semacam bantal dalam posisi kurva normal,” jelas Victorio.

2. Olahraga Berlebihan
Era media sosial membuat tradisi posting menjadi penting. Dan berbagai jenis olahraga tiba-tiba menjadi populer. Seperti lari maraton ataupun fitness, gym dan yoga. Jika tak dilakukan dengan benar, tentunya bisa cedera.

“Intinya semua olahraga bagus tapi harus dilaksanakan dengan betul. Di awal pemanasan, inti, dan pendinginan. Jangan misalnya baru pemula langsung lari 10 K, maraton, tapi persiapannya nggak ada. Lalu saat gym, kurang persiapan atau berenang,” jelasnya.

3. Main Gadget
Bermain gadget terlalu lama dan salah posisi tentunya bisa membuat seseorang nyeri otot dan tulang belakang. Misalnya saat bermain laptop sambil posisi tidur atau bermain ponsel terlalu menunduk terlalu lama.

“Ada penyakit di era modern saat ini yakni text neck. Penyakit itu karena main gadget terlalu lama. Beban yang diterima di leher itu kalau terlalu lama nunduk hampir 27 kilo beratnya. Pundak terasa berat leher pegel bisa kebas sampai kedua tangan, bisa saraf kejepit di leher. Atau penyakit jemari yang kaku,” katanya.

4. Posisi Tidur
Posisi tidur yang salah juga bisa membuat leher nyeri atau cedera di bagian bahu dan punggung. Misalnya ketika pemilihan bantal kurang tepat.

“Posisi tidur salah. Nonton TV sambil tidur lalu langsung tidur. Akhirnya malah sakit salah bantal. Posisi bantal jangan terlalu tinggi atau rendah. Harus tersangga dengan benar,” katanya.

5. Kecelakaan
Seseorang yang kecelakaan di usia muda juga bisa menyebabkan nyeri di kemudian hari. “Saya pernah punya pasien usia 21 tahun sudah saraf kejepit karena pernah jatuh 5 tahun lalu,” kata dr. Victorio.(jpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here