Kurangi Asupan Gula

Ilustrasi. Foto: Istimewa

RADARPENA.ID – Diabetes atau sering disebut kencing manis/penyakit gula adalah penyakit kronis serius yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi atau di atas normal. Bagi orang normal, kondisi normal HbA1c adalah 4 – 5,7 persen, sedangkan bagi pasien DM, HbA1c yang baik di bawah 7 persen.

HbA1c dapat jadi tolok ukur keberhasilan manajemen pengendalian gula darah pasien DM. Jika nilai HbA1c terus tinggi maka risiko komplikasi juga tinggi.

Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Prof. dr. Ketut Suastika SpPD-KEMD menyarankan pasien diabetes melakukan pemeriksaan HbA1c setiap tiga bulan sekali.

“Dalam pemeriksaan kadar gula darah, indikator yang dipakai adalah HbA1c, yang mengukur jumlah rata-rata gula dalam darah selama tiga bulan terakhir. Nilai HbA1c pasien diabetes sebaiknya di bawah 7 persen,” kata dr. Ketut di Jakarta, kemarin (5/11).

Pemeriksaan HbA1c kata ia sudah di-cover Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di fasilitas kesehatan tingkat II. Tetapi sayangnya fasilitas untuk tes HbA1c belum merata di semua daerah. “Kendala lain pemeriksaan HbA1c adalah harganya relatif mahal,” ujarnya.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan peningkatan prevalensi diabetes di tingkat nasional dari 1,5% pada 2013, menjadi 2% pada 2018. Ada pun angka kejadian diabetes di DKI Jakarta meningkat dari 2,5% menjadi 3,4%.

Umumnya penyakit diabetes dipicu oleh pola hidup tidak sehat, salah satunya konsumsi gula, garam dan lemak (GGL) berlebih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here