5 Mitos Seputar Pil KB yang Membuat Perempuan Ragu

Ilustrasi, Pil KB. (Ist)

RADARPENA.ID – Edukasi penggunaan pil kontrasepsi (pil KB) mencegah kehamilan atau mengatur jarak kehamilan, sejauh ini masih dipengaruhi berbagai mitos. Kaum hawa masih takut dan ragu menggunakan pil KB karena kurangnya pengetahuan dan informasi.

Dari mulai khawatir gemuk, terkena kanker payudara, hingga rahim kering. Dalam diskusi baru-baru ini di Jakarta, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr. Boy Abidin, SpOG(K), menjelaskan berbagai mitos yang salah seputar pil kontrasepsi.

1. Pil Kontrasepsi Bikin Rahim Kering

Jawabannya : Mitos

Pil KB cara kerjanya menekan terjadinya ovulasi. Membuat lendir Miss V menjadi lebih pekat sehingga menjadi penghalang. Sehingga mencegah sperma masuk dan membuat batasan di dinding rongga rahim. Sehingga sel telur tidak siap untuk menerima dan menghidupi pembuahan.

“Dan pil kontrasepsi juga saya berikan pada pasien yang belum menikah jika memang mengalami masalah fase menstruasi yang tak teratur. Ibunya sering khawatir nanti rahimnya kering, enggak bisa punya anak. Enggak kok, kita kan mau mengatur kadar hormonnya. Setelah teratur maka bulan ke 3-5 setop,” ujar dr. Boy Abidin.

2. Pil Kontrasepsi Bikin Gemuk

Jawabannya : Mitos

Perlembangan pil kontrasepsi modern saat ini semakin dibuat dengan menekan hormon, dan tidak bikin gemuk. Begitu juga dengan kadar jenis hormon yang modern, beda dengan kontrasepsi sebelumnya justru bisa mengurangi produksi minyak.

“Pil kontrasepsi bikin gemuk juga pendapat yang enggak tepat, ada pil kontrasepsi modern yang bisa ditekan kadar hormonnya,” jelasnya.

3. Pil Kontrasepsi Picu Kanker Payudara

Jawabannya : Mitos

Selama seseorang tidak terbukti ada riwayat kanker payudara, maka tidak ada masalah jika menggunakan pil kontrasepsi. Dan, jika baru terbukti tumor jinak, bukan kanker, pil kontrasepsi bisa digunakan dengan dosis rendah.

“Pil KB justru mencegah kanker ovarium dan rahim,” katanya.

4. Pil Kontrasepsi Picu Jerawat

Jawabannya : Mitos

Pil KB justru memiliki kandungan anti-androgenik dan anti-mineralokortikoid. Kandungan anti-androgenik ini bisa membantu mengurangi sebum, mengurangi masalah mudah berjerawat, serta mempercantik kulit dan rambut.

“Perempuan juga punya hormon laki-laki lho. Pernah lihat perempuan kumisan? Punya jerawat? Itu kalo diperiksa kadar androgeniknya tinggi. Androgen itu harusnya dipecah menjadi estrogen,” jelas Boy.

5. Pil Kontrasepsi Memicu ASI Kering

Jawabannya : Mitos

Lalu jika ibu menyusui bisa menggunakan pil kontrasepsi dengan batasan hormon. Pilnya hanya berisi kandungan progesteron saja. “Ibu menyusui jangan minum pil kombinasi dengan estrogen, hanya progesteron saja,” tegasnya.(jpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here