Benarkah Penderita Hipertensi tidak Boleh Makan Daging Kambing?

Ilustrasi, Daging Kambing. (Ist)

RADARPENA.ID – Hari Raya Idul Adha telah tiba. Selain menu daging sapi, hidangan daging kambing akan banyak muncul di meja-meja makan. Tapi mereka yang punya tekanan darah tinggi sudah pasang pagar dulu. Katanya, penderita hipertensi tidak boleh makan daging kambing, karena dikhawatirkan bisa memicu naiknya tekanan darah.

Kekhawatiran itu banyak berkembang di tengah masyarakat. Mungkin Anda yang juga memiliki gejala hipertensi sering berpikir bahwa daging kambing memang tidak boleh mereka konsumsi. Lalu bagaimana fakta sebenarnya?

Baca Juga : 5 Cara Alami Mengatasi Hipertensi

Boleh makan daging kambing, asalkan…
Menurut penjelasan dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, daging kambing sendiri tidak langsung menyebabkan hipertensi. Yang bisa memicu melonjaknya tekanan darah adalah cara pengolahannya.

Menambahkan banyak garam dan menggoreng daging dengan minyak bisa memicu naiknya tekanan darah.

“Apalagi kalau menggunakan minyak jenuh, bisa menyebabkan pembuluh darah jadi kaku dan itu penyebab darah tinggi,” ujar dr. Andika Widytama.

Dokter Andika juga menyarankan agar para penikmat daging kambing menghindari bagian daging dengan lemak jenuh yang banyak. Bagian lemak jenuh pada daging kambing juga bisa memicu hipertensi.

Selain pengolahan daging kambing tersebut, ada beberapa faktor yang berkontribusi dalam menaikkan tekanan darah setelah mengonsumsinya. Antara lain, tingginya kadar kolesterol darah seseorang dan adanya riwayat penyakit lain.

Jadi sebenarnya, para penderita hipertensi boleh mengonsumsi daging kambing. Dengan catatan harus memperhatikan bagian daging yang dipilih, cara memasaknya serta harus membatasi porsi yang dimakan.

Tips mengolah daging kambing untuk penderita hipertensi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here