Hati-hati Tidur Terlalu Lama Bisa Sebabkan Kematian

Ilustrasi tidur. (Ist)

RADARPENA.ID – Setelah beraktivitas seharian penuh, istirahat yang paling baik ialah dengan tidur. Tidur menjadi kunci untuk memulihkan kondisi tubuh. Namun, jika tidur terlalu lama (oversleeping) akan berdampak pada kesehatan.

Tidur terlalu lama bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk diabetes, penyakit jantung, hingga kematian.

Para peneliti pun mengungkapkan adanya kaitan antara depresi dan status sosioekonomi yang rendah, pada kasus oversleeping. Dua faktor tersebut disebut bisa memberi dampak negatif.

Status sosioekonomi rendah, umumnya kesulitan mengakses fasilitas kesehatan. Akibatnya, banyak penyakit, misalnya diabetes, tidak terdiagnosis, yang bisa menyebabkan tidur terlalu lama.

Untuk itu, perlu diketahui beberapa dampak tidur terlalu lama yang berbahaya bagi kesehatan.

  1. Diabetes

Tidur terlalu lama bisa meningkatkan risiko diabetes. Hal ini dibuktikan dari beberapa penelitian yang telah dilakukan.

Untuk mengurangi risiko tersebut, diperlukan melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari guna cegah diabetes.

  1. Obesitas

Sebuah studi menunjukkan bahwa mereka yang tidur selama 9-10 jam setiap malam, memiliki 21 persen potensi lebih besar untuk mengidap obesitas, dibanding orang yang hanya tidur 7-8 jam.

  1. Sakit kepala

Para ahli meyakini bahwa tidur terlalu lama ada dampaknya pada kinerja zat kimia di otak, termasuk serotonin.

Tidur siang terlalu lama, juga akan mengacaukan pola tidur di malam hari, sehingga mengakibatkan sakit kepala.

  1. Sakit punggung

Jika sebelumnya kita menganggap tidur sebagai langkah mujarab untuk mengatasi sakit punggung, maka hal itu salah.

Tidak disarankan untuk tidur telalu lama dalam meredakan sakit punggung. Oversleeping malah bisa memicu sakit pinggang.

  1. Depresi

Walau insomnia lebih sering dihubungkan dengan depresi ketimbang oversleeping, sebanyak 15 persen penderita depresi, sering tidur terlalu lama.

Padahal, oversleeping malah akan memperparah depresi. Untuk bisa pulih, penderita depresi harus menjalani pola tidur yang baik.

  1. Penyakit jantung

Studi yang melibatkan 72.000 wanita menunjukkan, para responden yang tidur 9-11 jam per malam, memiliki potensi 38 persen lebih tinggi untuk mengidap penyakit jantung, dibandingkan dengan yang tidur hanya 8 jam per malam.

  1. Kematian

Orang yang tidur lebih dari 9 jam per malam, mengalami peningkatan signifikan terhadap risiko kematian.

Memang belum ditemukan kaitan atas studi tersebut. Namun, ada spekulasi yang berkaitan dengan rendahnya status sosioekonomi seseorang, menyebabkan tingginya angka mortalitas. (sehatq/heq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here