Bank Mandiri Gelar MIF, Jaring Peluang Investasi di Indonesia

Lebih dari 800 investor, termasuk 121 investor asing menghadiri Mandiri Investment Forum (MIF). (dok. Bank Mandiri)
Lebih dari 800 investor, termasuk 121 investor asing menghadiri Mandiri Investment Forum (MIF). (dok. Bank Mandiri)

RADARPENA.ID – Lebih dari 800 investor, termasuk 121 investor asing menghadiri Mandiri Investment Forum (MIF) pada Kamis (6/2) ini. Kegiatan yang digagas oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. bersama Mandiri Sekuritas dan Jeffries tersebut juga didukung oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Melalui keterangan tertulisnya, Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar menyampaikan, forum bertema “Indonesia: Advancing Investment – Led Growth” tersebut mendorong para investor untuk tidak melewatkan momentum dalam memanfaatkan peluang investasi di Indonesia.

“MIF akan berfokus pada solusi strategis bagi para pembuat keputusan dan investor dalam menavigasi bisnis, seiring bayang-bayang ketegangan geopolitik, ketakutan akan penyebaran virus dan keluarnya Inggris dari Uni Eropa,” ujarnya.

Baca juga: Mandiri Sekuritas Optimis Datangkan Investor Luar Negeri

Royke juga menjelaskan, sektor perbankan nasional saat ini berada dalam salah satu performa terbaik sehingga dapat berkontribusi optimal dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi karena didukung oleh terjaganya kualitas aset, rasio permodalan yang kuat dan inovasi pada digital banking dan instrumen keuangan.

 

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar. (dok. Bank Mandiri)
Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar. (dok. Bank Mandiri)

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Silvano Rumantir mengemukakan bahwa Indonesia memiliki modal yang besar untuk menarik investasi langsung.

Menurutnya, salah satu faktor ialah stabilitas ekonomi di mana di tengah tren perlambatan ekonomi global, Indonesia cenderung masih dapat tumbuh stabil. Tercatat ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,04 persen secara year-on-year (yoy) pada Januari – September 2019.

Baca juga: Bank Mandiri Bukukan Laba Bersih Rp27,5 Triliun pada 2019

“Jika dibandingkan dengan emerging market lainnya, kinerja ekonomi Indonesia lebih baik. Misalnya, pertumbuhan Tiongkok menurun dari 6,6 persen di 2018 menjadi 6 persen di Januari – September 2019, India merosot tajam dari 7,2 persen menjadi 4,5persen pada periode yang sama,” ujarnya.

Salah satu faktor pendorong ekonomi, lanjut Silvano, adalah pertumbuhan investasi. Pada 2018 lalu tercatat investasi tumbuh kuat, yakni sebesar 6,67 persen. Meskipun sempat melambat menjadi 4,75 persen secara tahunan pada Januari – September 2019, seiring dengan berakhirnya tahun politik, stabilitas ekonomi dan politik akan semakin baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here