Serius Terapkan BIM, Brantas Abipraya Pacu Kinerja Konstruksi

Insan Abipraya menerapkan Building Information Modelling (BIM) dengan workflow mulai dari reality modeling dengan memanfaatkan foto udara dari drone. (dok. Brantas Abipraya)
Insan Abipraya menerapkan Building Information Modelling (BIM) dengan workflow mulai dari reality modeling dengan memanfaatkan foto udara dari drone. (dok. Brantas Abipraya)

RADARPENA.ID – Mengikuti perkembangan teknologi, PT Brantas Abipraya (Persero) menyokong kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimilikinya untuk menguasai teknologi digital dalam melakukan percepatan pembangunan infrastruktur.

Langkah yang diambil Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi itu merupakan bentuk komitmennya untuk selalu menjadi salah satu kontraktor terdepan dan terpercaya di Indonesia.

Manager Teknologi dan Inovasi Departemen Pengembangan Bisnis PT Brantas Abipraya (Persero) Aminudin Azis menyampaikan bahwa pihaknya mulai lebih fokus menerapkan Building Information Modelling (BIM) pada tahun ini.

Baca juga: Brantas Abipraya Jalin Sinergi dengan Mitra Kerja untuk Sukses Bersama

BIM tersebut, lanjut Azis dalam keterangan tertulisnya, akan diterapkan sejak masa tender, hingga ke pelaksanaan dengan konsep lean construction untuk mempersingkat waktu pengerjaan proyek, sehingga lebih efisien dan produktif.

Kantor Bupati Lombok Tengah, proyek yang telah selesai dikerjakan Brantas Abipraya. (dok. Brantas Abipraya)
Kantor Bupati Lombok Tengah, proyek yang telah selesai dikerjakan Brantas Abipraya. (dok. Brantas Abipraya)

Dikatakannya, implementasi BIM di tahun 2020 ini diterapkan ke semua proyek Abipraya dengan dibentuknya Tim BIM Task Force di Divisi Operasi 1, 2, dan 3.

“Tim ini telah dibentuk dan disiapkan baik skill maupun tools-nya untuk mengawal proses tender. Sedangkan untuk implementasi BIM pada pelaksanaan, tim Task Force akan menularkan knowledge BIM kepada tim proyek dengan cara pendampingan pada masa awal proyek,” jelasnya.

Baca juga: Kepedulian Milenial Brantas Abipraya bagi Korban Bencana di Sukajaya

Azis menambahkan, digitalisasi pada pelaksanaan juga menerapkan konsep lean construction yang aplikasinya juga memanfaatkan data BIM.

“Metode lean construction difokuskan untuk menghilangkan aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah atau dianggap sebagai pemborosan maupun kerugian serta akan memberi efek positif pada ketepatan waktu penyelesaian, kualitas dan biaya operasional yang dikeluarkan,” jelasnya lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here