Proyek Rp800 T, Pertamina Libatkan Industri Dalam Negeri

Ilustrasi kilang minyak. Ist
Ilustrasi kilang minyak. Ist

RADARPENA.ID – Pertamina terus mempercepat pembangunan kilang sekaligus mengoptimalkan keterlibatan industri dalam negeri pada proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan Grass Root Refinery (GRR). Percepatan ini dilakukan melalui pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Kilang PT Pertamina (Persero) atau TP2KP.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, proyek RDMP dan GRR Pertamina yang tersebar di beberapa lokasi yakni Dumai, Plaju, Cilacap, Balongan, Balikpapan, Tuban dan wilayah di Indonesia Timur sudah berjalan hingga 2027 mendatang.

Menurut Nicke, proyek dengan investasi hampir mencapai nilai Rp800 triliun tersebut merupakan peluang besar bagi industri nasional untuk berpartisipasi semaksimal mungkin sehingga dapat menumbuhkan kemandirian manufaktur dalam negeri.

“Kesempatan ini harus ditangkap karena proyek sebesar ini tidak akan pernah terjadi lagi kapan pun dan di belahan dunia mana pun,” kata Nicke Widyawati dalam keterangan resminya, di Jakarta, Selasa (21/1).

Baca Juga: Pertamina Kembali Bermanuver

Nicke menambahkan, proyek RDMP/GRR Pertamina tersebut memerlukan pembangunan fasilitas penunjang lainnya seperti storage dan kapal. Hal itu menjadi kesempatan langka bagi industri dalam negeri karena menciptakan kebutuhan yang begitu banyak.

“Pengadaan peralatan merupakan salah satu porsi terbesar yang berpengaruh pada percepatan pembangunan kilang Pertamina sehingga diperlukan peningkatan peran industri manufaktur dalam negeri,” tambah dia.

Lebih lanjut, Nicke menuturkan, pada RDMP Balikpapan persentase tingkat komponen dalam negeri akan mencapai 35 persen. Sementara itu, pada RDMP Cilacap, GRR Tuban, dan Integrated Refinery and Petchem Balongan, tingkat komponen dalam negeri akan mencapai 50 persen.

Bahkan pada RDMP Balongan tahap II, tingkat komponen dalam negeri hingga 60 persen, RDMP Balongan tahap I dan RDMP/GRR di wilayah Indonesia Timur persentasenya antara 70 hingga 90 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here