Abipraya Gelar Khitanan Massal di Tiga Lokasi Berbeda

Jelang tutup tahun 2019, PT Brantas Abipraya (Persero) kembali menggelar khitanan massal di Kantor Pusat Abipraya, Cawang, Jakarta Timur, Minggu (22/12). Foto: Radhea Heqamudisa/Radarpena.id
Jelang tutup tahun 2019, PT Brantas Abipraya (Persero) kembali menggelar khitanan massal di Kantor Pusat Abipraya, Cawang, Jakarta Timur, Minggu (22/12). Foto: Radhea Heqamudisa/Radarpena.id

RADARPENA.ID – Jelang tutup tahun 2019, PT Brantas Abipraya (Persero) kembali menggelar khitanan massal di Kantor Pusat Abipraya, Cawang, Jakarta Timur, Minggu (22/12). Kegiatan yang merupakan rangkaian hari ulang tahun Brantas Abipraya yang ke-39 tahun ini diikuti oleh 130 peserta.

Tak hanya di Jakarta, perusahaan BUMN yang bergerak dalam bidang konstruksi ini juga menggelar khitanan massal di Kebun Sengon Abipraya dan kantor Koperasi Karyawan PT Brantas Abipraya Usaha Braya (Kosabra) di Malang, Jawa Timur. Ditargetkan peserta mencapai 20 anak di Kebun Sengon dan 30 anak di Kosabra.

“Selain HUT, kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan untuk menanamkan nilai-nilai iman dan taqwa kepada Allah SWT, menghidupkan syiar Islam dan memperat silaturahim dengan warga sekitar, juga dapat meringankan masyarakat yang terbebani secara ekonomi dalam melaksanakannya,” kata Rinaldo Prima, Manager Legal Brantas Abipraya sekaligus Ketua Pelaksana.

Rinaldo menambahkan bahwa khitanan massal ini sudah menjadi agenda tahunan perusahaan konstruksi yang turut menyokong proyek strategis Nawa Cita yang dicetuskan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Baca Juga: Dari Abipraya, Setetes Darah untuk Sesama

Jelang tutup tahun 2019, PT Brantas Abipraya (Persero) kembali menggelar khitanan massal di Kantor Pusat Abipraya, Cawang, Jakarta Timur, Minggu (22/12). Foto: Radhea Heqamudisa/Radarpena.id
Jelang tutup tahun 2019, PT Brantas Abipraya (Persero) kembali menggelar khitanan massal di Kantor Pusat Abipraya, Cawang, Jakarta Timur, Minggu (22/12). Foto: Radhea Heqamudisa/Radarpena.id

Selain dikhitan, para peserta pun mendapatkan bingkisan berupa uang saku, perlengkapan sekolah dan pakaian muslim. Antusias para warga pun tinggi dalam mengikuti kegiatan ini. Usia peserta khitan pun beragam, dari yang termuda yaitu 2 tahun hingga usia 11 tahun.

Dengan mengenakan pakaian setelan koko rapi para peserta khitan terlihat riang menjalani kegiatan ini. Saat menunggu, mereka asik menonton film kartun sambil menyantap sarapan yang telah disiapkan panitia.

Didukung oleh 14 tenaga medis dengan menggunakan metode sunat laser, Abipraya berharap kegiatan yang rutin digelar tiap tahunnya ini dapat diadakan tak hanya di dua tempat saja dan semakin bertambah masyarakat yang ingin berpartisipasi di tahun depan.

“Beberapa peserta menangis ketika dianastesi, namun terlihat tersenyum ketika keluar dari ruang sunat dan menerima bingkisan dari panitia,” pungkas Rinaldo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here