Pempek Bulet Binaan BNI Tengah Bidik Pasar Ritel

Pempek Bulet binaan BNI pada acara RKB BNI Fest di Halal Park, Senayan. (Alidrian Fahwi/Radarpena.id)
Pempek Bulet binaan BNI pada acara RKB BNI Fest di Halal Park, Senayan. (Alidrian Fahwi/Radarpena.id)

RADARPENA.ID – Lydia Octarina sibuk meladeni pembeli yang bertransaksi non-tunai di gerainya pada Sabtu (27/7) pagi. Hari itu, Lidya bersama sembilan pemilik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lainnya binaan Bank Negara Indonsia (BNI) menggelar dagangannya di Halal Park, Senayan.

Perempuan yang akrab disapa Rina tersebut tengah merintis usaha pempek dan sambal kemasan bersama seorang rekannya sejak tiga bulan terakhir. Khusus pada gelaran acara kali ini, Rina mengedepankan Pempek Bulet bikinannya.

BNI menggandeng sepuluh UMKM binannya yang tergabung dalam Rumah Kreatif BUMN (RKB) untuk mengikuti RKB BNI Fest selama dua hari di Halal Park, Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat. Acara yang berlangsung dari Sabtu (27/7) hingga Minggu (28/7) itu sekaliugus memperkenalkan Halal Park sebagai destinasi wisata Ibu Kota.

Baca juga: RKB BNI Fest Hadirkan 10 UMKM Binaan di Halal Park Senayan

BNI memang menekankan pada kualitas produk semua UMKM binaannya. Tak terkecuali Rina, pempek buatannya berkelas premium. Segala bahan yang terjamin kualitasnya diramu menjadi suguhan yang enak lagi sedap.

Sebagai bahan kuah pempeknya, Rina menggunakan gula merah asli dari Lubuk Linggau dan campuran asem jawa serta sedikit cuka beras. “Penggunaan cuka sebenarnya hanya untuk sedikit mengawetkan, jadi aman untuk kesehatan. Bawang putih pun kami gunakan bawang putih tunggal,” jelasnya.

Pempek Bulet binaan BNI pada acara RKB BNI Fest di Halal Park, Senayan. (Alidrian Fahwi/Radarpena.id)
Pempek Bulet binaan BNI pada acara RKB BNI Fest di Halal Park, Senayan. (Alidrian Fahwi/Radarpena.id)

Pempek Bulet buatan Rina telah dipasarkan melaui dunia maya dengan memanfaatkan Instagram. Dikemas dalam kondisi kedap udara dan beku, Rina sanggup menyediakan 5.600 buah pempek dalam empat varian per bulannya. “Bila dikemas dalam kondisi vakum dan frozen, pempek kami bisa tahan hingga satu tahun,” terang Rina.

Meski baru sebulan bergabung di RKB binaan BNI, Rina merasa banyak mendapat pengetahuan tentang bisnis seperti bagimana membuat produk yang aman serta kemasanyang baik. “Kita juga bisa berbagi pengalaman dengan teman-teman yang bisnisnya sama, saling support, serta saling bantu,” ujarnya.

Baca juga: Omzet PD Siliwangi Naik 30 Persen Berkat Bermitra dengan BNI

Rina menambahkan, berkat BNI, pengetahuan dan wawasannya untuk mengembangkan bisnis semakin bertambah. “Selain mendapat pelajaran dan informasi baru terkait pengembangan usaha, kami juga berkesempatan mengikuti acara-acara seperti RKB BNI Fest ini,” ungkap Rina yang tengah mengincar gerai-gerai ritel untuk memperluas pasar pempeknya.

Melalui RKB BNI Fest ini, Rina mengaku sangat terbantu. Bertransaksi menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC) pun menjadi pengalaman baru baginya. “Semoga BNI bisa semakin maju, bisa mendukung UMKM di Indonesia, sehingga perekonomian Indonesia jadi lebih maju lagi,” harap Rina. (alf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here