Akibat Serangan Rudal Irak, 64 Tentara Amerika Dilaporkan Geger Otak

Ilustrasi, Tentara Amerika Serikat (AFP)

RADARPENA.ID – Sebanyak 64 Tentara Amerika Serikat dilaporkan alami geger otak akibat serangan rudal Iran ke Pangkalan Militer AS di Irak pada awal Januari 2020 lalu. Demikian dilaporkan Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) pada Sabtu (1/2).

Juru Bicara Pentagon, Letnan Kolonel Thomas Campbell mengatakan, tentara AS telah didiagnosis mengalami cedera otak traumatis ringan (TBI). “50 tentara AS terluka, dan sekarang bertambah menjadi 64 korban terluka. Mereka mengalami cedera otak traumatis ringan,” ujarnya dilansir AFP.

Sebanyak 39 korban terluka telah kembali bertugas, sedangkan sisanya dikirim kembali ke AS, menunggu hasil evaluasi untuk dikirim kembali atau tidak.

Pada saat penyerangan rudal Iran terjadi, sebanyak 1.500 tentara AS di pangkalan Ain al-Asad berada di benteng pertahanan, mereka telah diberi peringatan lebih dulu dari atasan.

Iran menembaki pangkalan militer AS di Irak sebagai tindakan balasan karena serangan pesawat tanpa awak Amerika yang menewaskan Perwira Militer Senior Iran, Qasem Soleimani. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengklaim bahwa tidak ada korban luka akibat serangan rudal tersebut.

“Semua baik-baik saja. Dua pangkalan militer AS di Irak diserang roket Iran. Kami sekarang sedang menghitung kerusakan dan korban. Memperbaiki semua ini dengan baik. Kami memiliki tentara terkuat dan terlengkap di dunia ini. Saya akan memberikan bantuan pada esok pagi,” cuit Trump melalui akun Twitter, sesaat setelah penyerangan itu. (dal/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here