Virus Corona Serang Wuhan

Ilustrasi (Istimewa)

RADARPENA.ID – Kasus virus Corona kembali ditemukan di kota Wuhan, Cina. Kabar terakhir menyebutkan jika sudah dua nyawa melayang, akibat jenis virus baru tersebut. Para ahli memperkirakan jika akan lebih banyak orang bakal terekspos pada jenis virus yang sebelumnya tidak dikenal ini.

Komisi kesehatan kota Wuhan dalam sebuah pernyataan resminya, Sabtu (18/1), adalah menyebutkan seorang pria berusia 69 tahun, meninggal dunia. Dengan ciri-ciri fungsi ginjal yang tidak normal. Selain itu, ditemukan kerusakan di berbagai organ tubuh lainnya.

Hasil tes laboratorium menunjukan jika patogen penyebab pneumonia ini, merupakan jenis virus Corona baru. Virus ini dapat menyebabkan infeksi. Mulai dari sekedar flu biasa hingga severe acute respiratory syndrome atau yang biasa disingkat SARS.

Sebelumnya seperti dilaporkan The Guardian, komisi kesehatan kota menyebutkan jika setidaknya empat orang, terdiagnosa pneumonia. Semuanya dalam kondisi stabil. Ada sekitar 50 kasus pneumonia di kawasan tersebut.

Pakar kesehatan dari World Health Organization (WHO) yang berbasis di Imperial College, London, mengatakan jika infeksi yang disebabkan virus ini mungkin akan memakan lebih banyak korban. Profesor Neil Ferguson dan kolega dari MRC Centre for Global Disease Analysis, yang mempelajari kasus ini memperkirakan, setidaknya ada lebih dari 1.700 kasus serupa yang saat ini terjadi di ibukota provinsi Hubei tersebut.

“Sangatlah mungkin jika wabah baru virus Corona di Wuhan ini telah menyebabkan lebih banyak kasus gangguan pernapasan sedang atau akut. Ini lebih besar dari apa yang dilaporkan, ” kata Ferguson dalam sebuah pernyataan yang dikutip The Guardian, Sabtu (18/1).

Laporan para peneliti Inggris itu juga menyebutkan upaya investigas, terhadap semua kasus yang melibatkan pneumonia di Wuhan dan kota-kota di sekitarnya. Terkait kasus ini, otoritas sejumlah bandara di Amerika Serikat mengumumkan pihaknya, akan memberlakukan screening pada setiap penumpang, yang tiba dari Wuhan.

Tidak hanya di Negeri Paman Sam. Beberapa negara di Asia, seperti Hong Kong, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Indonesia sendiri telah memberlakukan prosedur serupa. Sementara di Australia, telah mengeluarkan peringatan terkait pecahnya wabah tersebut, meski belum sampai pada tahap screening.(ruf/fin/rh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here