Pelaku Penabrak WNI Dihukum Ringan

Ilustrasi. Foto: Istimewa

RADARPENA.ID – Pengadilan di Kota Hahnville, negara bagian Louisiana, Amerika Serikat (AS), menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara rumah dan hukuman percobaan lima tahun bagi Bria Mason, pelaku penabrak seorang Warga Negara Indonesia (WNI), Ayu Ratih Sinta hingga tewas dua tahun lalu. Sidang vonis yang dipimpin oleh hakim Lauren Lemon itu, digelar pada Selasa (14/1) lalu. Putusan sidang tersebut dianggap sangat ringan. Pasalnya, pelaku terbukti mengemudikan mobil di bawah pengaruh minuman alkohol sambil memainkan gadgetnya.

Menanggapi itu, Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Houston mengatakan dalam waktu dekat akan menemui Gubernur Louisiana, John Bel Edwards. “Kami telah mencermati kasus ini sejak lama, menghormati putusan hukum Amerika dan menyadari bahwa kami tidak dapat melakukan intervensi. Tetapi kami ingin menyampaikan keprihatinan atas apa yang terjadi. Kami ingin mereka (pemerintah Amerika.red) tahu concern kita,” ujar Nana Yuliana dilansir VOA, Sabtu (18/1).

Bria Mason kehilangan kendali mobil yang dikemudikannya hingga menabrak mobil Nissan Altima yang dikemudikan Eryawan Bagus. Ratih Sinta saat duduk di kursi penumpang kiri belakang. Tabrakan di jalan bebas hambatan Interstate 310 itu membuat mobil Bagus melayang ke jalur balik yang melawan arus, hingga kembali ditabrak mobil lain yang datang dari arah depan. Bagus dan pengemudi mobil yang menabraknya dari arah depan luka-luka, sementara Ratih Sinta meninggal di rumah sakit.

“Jadi kami sudah melayangkan surat dan sedang menunggu konfirmasi. Saya akan segera kembali ke Louisiana dan berharap dapat bertemu gubernur segera,” tambah Nana yang ketika dihubungi sedang berada di Jakarta.

Nana Yuliana mengatakan pihak keluarga masih mendiskusikan dengan tim kuasa hukum Ratih Sinta, yaitu Meri dan Dave Ricketts, untuk menentukan langkah ke depan atas putusan hakim tersebut. Belum diketahui apa alternatif langkah ke depan yang dimaksud. Namun Nana Yuliana memastikan bahwa KJRI akan mengawal agar putusan hukuman dan komitmen membayar ganti rugi kepada keluarga korban tetap berjalan.

“Bria Mason berjanji akan membayar AS$50 ribu secara mencicil, yaitu AS$200 per bulan selama tiga tahun, AS$300 per bulan selama dua tahun, dan berikutnya AS$500 per bulan hingga lunas. Kami akan memastikan bahwa keluarga menerima ganti rugi itu dan komitmen Bria Mason akan dilaksanakan,” pungkas Nana. (dal/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here