Iran Ancam Kembali Serang AS

RUDAL IRAN: Kantor berita Iran Press menunjukkan roket diluncurkan dari pasukan Iran terhadap pangkalan militer AS di Ein-al Asad di Irak pada malam sebelumnya. Iran menembakkan sejumlah rudal di pangkalan-pangkalan Irak yang menampung pasukan AS dan asing di Irak, Rabu (8/1) dini hari waktu setempat.

RADARPENA.ID – Anggota kepala staf gabungan Iran, Abdollah Araghi mengancam akan kembali melancarkan aksi balas dendam yang lebih keras terhadap Amerika Serikat (AS).

Balas dendam dilakukan untuk menuntaskan kesumat mereka atas pembunuhan yang dilakukan oleh AS tersebut terhadap perwira senior Iran Qassem Soleimani pada akhir pekan lalu. “Balas dendam akan dilakukan Garda Revolusi dalam waktu dekat,” kata Abdollah, seperti dikutip dari Associated Press, Jumat (10/1).

Sementara itu, penjabat komandan penjaga Iran, Jenderal Ali Fadavi mengatakan, balas dendam sebenarnya sudah dilakukan Iran saat meluncurkan serangan rudal ke pangkalan militer Irak yang digunakan tentara AS. Tapi, serangan rudal yang dilakukan belum seberapa

“Itu hanya salah satu manifestasi dari kemampuan kami. Kami masih akan mengirim lusinan rudal ke jantung pangkalan AS di Irak supaya mereka tidak dapat melakukan apa pun,” katanya.

Jenderal Amir Ali Hajizadeh, yang memimpin program kedirgantaraan Iran mengatakan, bahwa sementara Iran hanya menembakkan 13 rudal di dua pangkalan AS. “Kami siap meluncurkan ratusan,” ujarnya.

Baca Juga : Kasus Natuna, Indonesia Dirugikan

Tak hanya melancarkan serangan rudal, ia mengatakan Iran juga secara bersamaan telah melakukan serangan cyber terhadap sistem pemantauan AS.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, respons yang sangat berbahaya akan dilakukan terhadap AS jika negara adidaya tersebut membuat kesalahan lain terhadap Iran. “Jika AS membuat kesalahan lain, itu akan menerima respons yang sangat berbahaya,” katanya.

Meskipun mendapatkan ancaman dari Iran, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa negaranya tidak akan membalas. Wakil Presiden A.S. Mike Pence mengatakan, langkah dilakukan karen pihaknya melihat para milisi Iran sudah mulai mengendurkan serangan.

“Kami mendengar beberapa intelijen untuk menyarankan bahwa Iran mengirim pesan kepada milisi untuk tidak bergerak maju,” katanya kepada Fox News Channel. (der/afp/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here